Internasional

Napak Tilas Keajaiban Dunia Islam di Afrika dan Timteng (2)

Ternyata Ada 120 Piramyd di Mesir

Penulis, Ferry Is Mirza, saat sedang berada di bagian depan Pyramid di Gizza Mesir. [Foto-Foto: Fim/bj.com]

Cairo (beritajatim.com)--Ada 7 keajaiban dunia, salah satunya ada di Mesir berupa Piramyd.

Negara kita juga patut berbangga karena memiliki satu dari keajaiban dunia, yaitu Candi Borobudur yang berlokasi di Kabupaten Magelang, Provinsi Jateng.

Wisatawan mancanegara yang datang ke Mesir selama ini
hanya tahu Piramyd di Gizza, yang lokasinya tak jauh dari Cairo, ibukota negara Mesir, yang kini dipimpin Presiden Jenderal Abdul Fattah El-Sisi, seorang pemimpin Mesir berlatar belakang militer dan menggantikan Presiden Muhammad Mursi (aktivis Ikhwanul Muslimin) yang terjungkal dari kursi kekuasaan tak sampai 2 tahun memerintah.

Jenderal Fattah merupakan
pemimpin Mesir keempat yang berlatar belakang militer seperti Presiden Jenderal Gamal Abdul Nasser, Jenderal Anwar Sadat, dan Marsekal Hosni Mubarak.

“Di sini (Gizza), ada 9 piramyd. Yang besar 3 dan 6 ukuran kecil. Ini kuburan (Piramyd) Raja Kufu dan keluarganya. Dibangun 2.700 tahun sebelum masehi,” jelas Ali Habibi, warga Mesir kepada penulis, Kamis (26/12/2019) siang di Gizza.

Selama ini, masyarakat umum mengetahui Piramyd
peninggalan zaman sebelum Raja Ramses II yang dikenal sebagai Firaun itu hanya di Gizza.

Ternyata, ungkap Ali Habibi pemandu jamaah Mudatur yang fasih berbahasa Indonesia, ada 120 Piramyd di negara Mesir.

Kalau sembilan Piramyd berada di Gizza,selebihnya
berada di dua daerah, yakni Shakara dan Dahsur.

“Sekitar 20 kilometer dari Gizza. Dibangun dinasti
pertama dan ketiga raja Mesir kuno,” tambah Ali
Habibi.

Menariknya, selain ada 120 Piramyd, pembagunan kuburan keluarga raja berbentuk segitiga itu hanya dari susunan batu kapur. Ada tiga kelompok pekerja asal daerah Sungai Nil yang membangun Piramyd.

Kelompok pertama yang mencari bahan batunya. Yang kedua kelompok pekerja bagian menghaluskan batu.

“Nah,kelompok pekerja ketiga ini yang luar biasa. Mereka mengangkat dan menyusun batu-batu itu,” tutur Ali.

Dia menguraikan, berat batu itu 3 ton untuk bagian dasar dan 1,5 ton untuk bagian cungkupnya. Kita bisa bayangkan zaman itu belum ada alat berat seperti forklift dan becko. Sungguh cerdas dan pekerja keras bangsa Mesir waktu untuk membangun Pyramid.

Fakta ini sekaligus menegaskan bahwa Mesir memiliki peradaban tinggi jauh sebelum bangsa Barat melakukan industrialisasi dan kolonisasi di Asia,  Afrika, dan Amerika Latin. [fim/air/bersambung]

Apa Reaksi Anda?

Komentar