Internasional

Seorang Politisi Terkemuka Tertular Virus Corona

Para pengunjung mengenakan masker pelindung saat berjalan di Florence di tengah upaya pemerintah Italia memerangi wabah virus corona, Sabtu, 7 Maret 2020. [Foto/Reuters]

Pemimpin Partai Demokratik Italia, Nicola Zingaretti, telah dinyatakan positif mengidap virus corona. Dia menjadi politisi terkemuka Italia pertama yang terjangkit COVID-19.

Kabar yang beredar Sabtu (7/3) tersebut muncul di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan pengendalian pemerintah tidak berhasil mencegah penyebaran virus dari Italia utara. Warga Italia semakin kecewa ketika mengetahui dari Badan Perlindungan Sipil bahwa jumlah kematian akibat virus corona telah melonjak.

Menurut berbagai laporan, dengan meningkatnya kasus yang dikonfirmasi, pemerintah Italia akan secara drastis memperluas larangan keluar masuk beberapa wilayah tertentu.

Sekarang, larangan keluar masuk diterapkan di 11 kota di utara. Sebuah rancangan dekrit, yang belum disetujui pemerintah, akan memperluas larangan itu ke seluruh wilayah Lombardy dan 11 provinsi di wilayah di dekatnya. Menurut laporan media Italia, larangan keluar-masuk itu akan berlaku untuk Milan dan Venice hingga 3 April.

Belum jelas kapan larangan itu akan dimulai, tetapi surat kabar Corriere Della Sera mengatakan akan diberlakukan “segera.”

Zingaretti mengumumkan dia positif mengidap COVID-19 lewat sebuah video yang diunggah ke laman Facebook-nya. “Saya juga mengidap virus corona,” kata Zingaretti.

“Saya baik-baik saja, maka itu saya dikarantina di rumah. Dari sini, saya akan terus melakukan apa yang bisa saya lakukan. Keluarga saya juga mengikuti protokol, dan ASL (otoritas kesehatan setempat) menghubungi orang-orang yang pernah melakukan kontak dekat dengan saya dalam beberapa hari belakangan untuk melakukan pengecekan. Saya selalu mengatakan ‘jangan panik’ dan bahwa kita akan melawan penyakit ini,” kata Zingaretti menambahkan.

Partai Demokratik berkuasa di Italia dalam sebuah pemerintahan koalisi dengan Gerakan Lima Bintang. Hingga Sabtu (7/3), pihak berwenang Italia melaporkan 5.883 kasus yang dikonfirmasi, angka tertinggi keempat setelah China, Korea Selatan dan Iran. Dari angka itu, 233 orang telah meninggal dunia. Italia telah melakukan 36,359 tes. [VOA]

Apa Reaksi Anda?

Komentar