Internasional

Sehari Diskumnaker Sampang Terima Surat Pemberitahuan 3 TKI Meninggal

Sampang (beritajatim.com) – Menindaklanjuti dari Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah Nomor B-00100/Jeddah/190214, LP3TKI Surabaya, mengirim surat pemberitahuan kepada Diskumnaker Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Kamis (21/2/2019).

Dalam kolom suratnya tertera bahwa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atas nama Sukiye Binti Jehri Desa Betioh Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang meninggal dunia. Sukiye meninggal karena menderita penyakit diabetes.

Sukiye sempat dirawat rumah sakit king Abdulaziz Jeddah. Dan dia meninggal pada hari Selasa (12/2/2019) di rumah sakit tersebut.

Pihak keluarga sudah mengetahui kabar Sukiye. Dan atas persetujuan keluarganya, korban disemayamkan di pemakamanan umum Al-Rahman Faiha, Jeddah.

“Proses pemakaman berjalan lancar dihadiri para sahabat almarhum di blok 68 kuburan nomor 7,” terang Plt Kadiskumkaner Chairul Anwar melalui Agus Sumarso Kasi Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Diskumnaker Sampang.

Sekedar diketahui, tahun 2014-2015 Sukiye telah mengikuti program amnesti. Namun korban tidak mau pulang ke Indonesia dan memutuskan kerja secara ilegal di arab saudi. “Sempak diamnesti, tapi tidak mau sukiye,” imbuhnya.

Masih kata Agus, dalam waktu yang sama instansinya menerima laporan dari LP3TKI Surabaya bahwa dua TKI Sampang yang berkerja di Malaysia juga meninggal dunia. Namun dirinya tidak mengetahui persis asal muasal meninggalnya kedua TKI tersebut.

“Kami belum tau kenapa mereka meninggal. Kami baru tahu sekarang infonya,” imbuhnya.

Dia hanya mengantongi nama kedua TKI tersebut. Yakni Satimah asal Gunung Kesan, Kecamatan Karang Penang, Sampang dan Karsa Abdul warga Desa Rabian, Kecamatan Ketapang, Sampang. “Sekarang proses pemulangan. Jenazahnya sudah di Surabaya, mungkin hari ini juga tiba di kediaman korban,” tandasnya.[sar/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar