Internasional

Sehari 600 Orang Mati di Italia Akibat Covid-19, Ada Usul Keluar Rumah Tembak

Tentara Italia berpatroli ketika katedral gothic Duomo terlihat di latar belakang, di Milan, Jumat, 20 Maret 2020. Luca Bruno — AP

ROMA – Italia telah mencatat kenaikan tertinggi dalam sehari dari jumlah kematian orang yang terinfeksi virus corona baru .

Kepala Perlindungan Sipil Angelo Borrelli mengatakan pada hari Jumat bahwa negara itu mencatat 627 kematian lebih banyak dalam 24 jam sejak Italia melampaui China pada hari Kamis sebagai negara dengan kematian terbanyak terkait COVID-19. Total sekarang berada di 4.032.

Pihak berwenang mengatakan sebagian besar orang yang meninggal memiliki masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan diabetes sebelum mereka terinfeksi virus. Borrelli mengatakan Italia juga melihat peningkatan mengejutkan 5.986 kasus dari hari sebelumnya, menjadikan total resmi di Italia menjadi 47.021 seperti dilansir Time.com.

Angka-angka yang melonjak datang meskipun ada penguncian nasional yang secara drastis membatasi ketika penduduk diizinkan meninggalkan rumah mereka. Polisi telah mengeluarkan denda kepada ribuan orang yang keluar dan berkeliling tanpa alasan yang sah, seperti pergi bekerja atau berbelanja makanan.

Walikota dan gubernur di seluruh negeri telah menuntut tindakan yang lebih keras. Pemerintah nasional Italia diperkirakan akan segera merespons.

Selama berhari-hari sekarang, pihak berwenang Italia telah mengatakan dalam pengarahan harian bahwa wabah virus yang muncul di Italia utara empat minggu lalu dapat mencapai puncaknya dalam hitungan hari dan jumlah infeksi baru mungkin mulai turun.

Borrelli menjawab pertanyaan pada hari Jumat dengan mengatakan, “Kita tidak akan pernah tahu kapan puncaknya”. Dia mencatat bahwa beberapa ahli telah berbicara tentang kasus memuncak “minggu depan atau minggu sesudahnya” itu.

Sejumlah warga Indonesia yang tinggal di Milan juga mengirimkan video tentang kondisi di Milan yang warganya masih ndablek ganasnya virus Covid-19. “kalau saya pemerintah Italia, saya tembak itu yang masih bergerombol di taman,” kata warga yang videonya viral.

Tenaga Medis China Tidak Semangat Akibat Santainya Pemerintah Italia

Sementara itu sejumlah tenaga medis dari China dalam  penanganan virus corona di Italia  terkejut dengan masih ndableknya warga yang berkeliaran dan meninggalkan rumah. Menurut para ahli dari China, penanganan virus corona di Italia tergolong santai, bahkan untuk wilayah yang sudah dalam status karantina seperti Milan masih ditemui warga bermain di taman-taman.

“Di Milan, salah satu area yang paling terdampak virus corona karantinanya masih dilanggar. Saya masih bisa melihat transportasi publik beroperasi, warga berkeliaran, pertemuan digelar di hotel, dan mereka tidak memakai masker,” ujar salah satu tenaga ahli yang dikirim ke Italia, Sun Shuopeng, dari Palang Merah Cina sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Jumat (20/3/2020).

Dengan angka korban meninggal sudah melebihi China, Shuopeng merasa karantina di Italia seharusnya lebih ketat lagi. Bahkan, menurut ia, seharusnya pemerintah Italia sudah meminta seluruh warganya untuk menghentikan kegiatan ekonomi dan mengurangi interaksi terhadap satu sama lain.

“Saya tidak tahu apa yang mereka (pemerintah Italia) pikirkan. Kita harus benar-benar menghentikan aktivitas ekonomi dan interaksi pada umumnya. Kami harus tinggal di rumah dan melakukan segala hal untuk bisa menyelamatkan nyawa. Kami mengorbankan apapun untuk bisa menyelamatkan nyawa, ” ujar Shuopeng.

Pengorbanan yang dilakukan China memang berhasil. Dua hari berturut-turut, tidak ada kasus virus corona baru yang muncul dari kawasan lokal. Di China, semua kasus baru datang dari mereka yang kembali dari luar negeri, 39 kasus.

Korban meninggal harian di China juga bisa dihitung dengan jari sekarang. Per hari ini, menurut Komisi Kesehatan Nasional China, cuma ada tiga korban meninggal atau yang terendah sejak 21 Januari 2020, hari di mana Wuhan dikarantina karena menjadi pusat penyebaran corona.

Total, ada 80.967 kasus virus corona (Covid-19) di Cina saat ini. Sementara itu, jumlah korban meninggal ada 3.248 atau lebih rendah 157 orang dari Italia yang baru belakangan menderita pandemi virus Corona (Covid-19).(ted)

 

 





Apa Reaksi Anda?

Komentar