Iklan Banner Sukun
Internasional

Sediakan Kotak Daur Ulang, Perusahaan Kosmetik Ini Malah Temukan Sampah Berbelatung

Surabaya (beritajatim.com) – Daur ulang merupakan konsep yang kini tengah diterapkan banyak perusahaan, termasuk pelaku usaha kosmetik. Tujuannya tidak lain menjaga kelestarian bumi dan mencegah pencemaran lingkungan.

Perusahaan kosmetik alami berbasis di Malaysia, The Olive Tree, menggencarkan kampanye ini dengan menyediakan kotak daur ulang. Mereka ingin menciptakan kebiasaan baru agar masyarakat Malaysia lebih sadar lingkungan.

Yang terjadi justru sebaliknya. Kotak daur ulang tersebut malah jadi tempat sampah dan kebanyakan orang mengisinya dengan bungkus bekas makanan.

Karena kotak daur ulang, maka pengelola akan membukanya menurut jadwal yang sudah dibuat. Akibatnya, ada sampah bekas makanan yang sampai berbelatung lantaran tidak segera dibuang.

Dalam video yang diunggah di akun resmi milik The Olive Tree, terlihat beberapa orang telah membuang sampah ke dalam kotak daur ulang perusahaan. Perusahaan mengumpulkan bahan daur ulang ini dan memberi mereka kehidupan baru dengan mendaur ulangnya menjadi produk yang berbeda.

Dalam video 13 detik di mana mereka membuka kotak daur ulang, ada cangkir yang tidak bersih di bagian dalam yang mengakibatkan munculnya belatung dan juga jamur. Selain itu, ada juga barang-barang yang tidak dapat didaur ulang.

“Oleh karena itu, ini berakhir sebagai lebih banyak pekerjaan untuk tim karena mereka perlu membersihkan tumpahan dan jamur,” dalam keterangan di unggahan video Tik Tok tersebut.

@theolivetreecompany It is so sad to see what are in our #recycle bins 😰 Please ensure all recycle materials are clean and dry so that our community could upcycling them into beautiful items.#fyp #recycletok #behindthescenes #ONELESS #upcycling #ecofriendly ♬ original sound – Chloe Adams

Dalam keterangannya, The Olive Tree mengatakan,

“Harap pastikan semua bahan daur ulang bersih dan kering sehingga komunitas kami dapat mendaur ulangnya menjadi barang yang indah.”

Di video lain, mereka menunjukkan bagaimana sebaiknya konsumen cara menyiapkan barang untuk didaur ulang, langkah-langkahnya meliputi:

Mengupas label.
Membersihkan dan mengeringkan barang.
Menjatuhkannya di tempat sampah daur ulang.
Ini sebenarnya cukup mudah!

“Dari kantong plastik dan wadah plastik Anda, tim di The Olive Tree akan mendaur ulangnya menjadi tatakan gelas dari plastik keras, tas dan dompet koin dari kantong plastik,” terangnya.

Dilansir dari World of Buzz, Hong Mei, pendiri dan CEO The Olive Tree telah memberi tahu bahwa mereka akan mengadakan festival yang berpusat pada keberlanjutan di mana vendor menjunjung tinggi keberlanjutan produk dan bebas dari plastik.

Akan ada banyak lokakarya di mana seseorang dapat mempelajari cara mendaur ulang barang daur ulang; harga berkisar dari gratis hingga 80 ringgit atau setara dengan Rp267 ribu.

Hong Mei juga mengatakan bahwa ada banyak kegiatan yang mengutamakan kelestarian alam seperti Festival OneLess dari 28-29 Mei di Sunway Nexis, Malaysia, disana pun pengunjung dapat mencicipi makanan lokal dan berkelanjutan, craft buatan tangan, perawatan pribadi, dan produk rumah tangga.

“Ingatlah untuk membawa kotak makan siang Anda sendiri, cangkir yang dapat digunakan kembali, dan tas belanja untuk mengurangi jumlah sampah yang akan dihasilkan dari festival,” kata Hong Mei.

“Perubahan iklim tentu merupakan hal yang sangat nyata dan harus segera kita atasi. Daur ulang adalah salah satu cara kami dapat membantu,” pungkasnya. (adg/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar