Internasional

Saat Pandemi Corona, Korut dan Korsel Saling Tembak di Perbatasan

Tidak jelas apa yang memprovokasi tembakan pertama. [Foto: Getty Images/BBC]

Di saat berbagai negara tengah sibuk membendung dan mengatasi pandemi virus corona, hubungan Korea Utara dan Korea Selatan terus memanas. Kedua negara saling melepas tembakan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara. Tembakan yang dilepaskan oleh Korea Utara pada pukul 07:41 (05:41 WIB) menghantam pos penjagaan Korea Selatan di kota perbatasan Cheorwon, kata pernyataan militer di Seoul.

Tidak ada korban yang dilaporkan dari pihak Korea Selatan. Sebagai tanggapan, Korea Selatan menembakkan “dua rentetan tembakan dan memberikan peringatan sesuai dengan manual kami”, kata pernyataan dari militer itu.

Tidak jelas apa yang memprovokasi tembakan awal. Kepala staf gabungan mengatakan bahwa mereka telah berusaha menghubungi Korea Utara melalui saluran militer untuk menentukan penyebab insiden tersebut.

“Kecil kemungkinan” bahwa tembakan dari Korea Utara dilepas dengan sengaja, menurut militer Korea Selatan. Tapi pada tahap ini belum jelas alasan penilaian itu. Bahkan jika insiden ini adalah kecelakaan atau kesalahan perhitungan, itu menunjukkan betapa pentingnya bagi pasukan di Zona Demiliterisasi untuk menjaga kepala dingin demi memastikan situasi tidak bertambah buruk.

Jika tembakan tersebut adalah keputusan yang lebih taktis dari Korea Utara, maka itu masalah yang sangat berbeda.

Waktunya menarik. Hanya 24 jam sejak pemimpin Korea Utara Kim Jong-un muncul kembali setelah 21 hari absen. Ada juga sejumlah besar latihan militer di Korut dalam beberapa bulan terakhir untuk meningkatkan kesiapan bertempur dalam “perang yang sebenarnya”, menurut media pemerintah.

Pyongyang kadang-kadang menggunakan taktik eskalasi untuk de-eskalasi, menunjukkan kekuatan militernya untuk meningkatkan daya tawar dalam negosiasi-negosiasi di kemudian hari.

Namun bukti bahwa tembakan itu disengaja akan mengecewakan banyak orang di Korea Selatan. Ada banyak upaya yang dilakukan dalam dua tahun terakhir untuk meredakan ketegangan antara kedua negara setelah Presiden Moon Jae-in bertemu Kim Jong-un. Kedua belah pihak menandatangani perjanjian militer — setiap tembakan yang disengaja akan melanggar perjanjian itu.

Ini pertama kalinya dalam lima tahun pasukan Korea Utara menembak langsung ke Korea Selatan. Insiden terakhir terjadi ketika seorang tentara Korea Utara berlari melintasi garis demarkasi militer untuk membelot ke Korea Selatan.

Zona demiliterisasi (Demilitarised Zone atau DMZ) dibentuk di penghujung Perang Korea pada tahun 1953 untuk menciptakan zona penyangga antara kedua negara.

Selama dua tahun terakhir, pemerintah di Seoul berusaha mengubah perbatasan yang dijaga ketat itu menjadi zona damai. Meredakan ketegangan militer di perbatasan adalah salah satu kesepakatan yang dicapai para pemimpin kedua negara dalam konferensi tingkat tinggi di Pyongyang pada September 2018.

Kemunculan kembali Kim Jong-un di depan umum, sebagaimana dilaporkan oleh media pemerintah Korea Utara pada hari Jumat, menyusul absennya pemimpin negara itu di depan publik selama hampir tiga minggu yang memicu spekulasi kuat di seluruh dunia tentang kesehatannya. [BBC/air]

Apa Reaksi Anda?

Komentar