Internasional

Catatan Pinggir Pak FIM (3)

Saat Kiamat Nabi Isa As Keluar dari Baburahman

Penulis Ferry Is Mirza (Fim) bersama Syaikh Yusuf. [Foto: Ferry/bj.com]

Selama beberapa hari di bulan Februari 2018, Ferry Is Mirza (FIM), wartawan senior Jatim, melakukan kunjungan ke sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Turki, Palestina, Mesir, Yordania, dan beberapa negara lainnya. Pak FIM menjelajah ke sejumlah negara yang populer dengan istilah negeri para nabi. Banyak catatan menarik selama kunjungan itu yang layak dibagikan kepada pembaca. Berikut laporannya:

Tanda-tanda kiamat kita mahfum antara lain; keluarnya Addajal, munculnya Imam Mahdi, terbitnya Matahari dari Barat, datangnya awan Duqon, keringnya air di danau Tiberias, tumbuhnya segala tanaman (hijau royo-royo) dan bangunan gedung tinggi di tanah suci Makkah-Madinah.

Sebagian tanda-tanda itu sudah nampak dan kita tahu. Semisal makin menyusutnya air di danau Tiberias dan banyaknya bangunan tinggi bak pencakar langit di Makkah khususnya.

Di balik tanda-tanda di atas, ketika menjelang kiamat, kata Syaikh Yusuf, Imam besar Masjidil Aqsa, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan Nabi Isa As turun ke bumi. “Posisi Nabi Isa sekarang berada di langit ke dua,” ujar Syaikh Yusuf di hadapan 46 jamaah MyHalalTrip, di antaranya penulis yang diterjemahkan oleh Ustadz H Fauzan Kamil, seusai sholat Subuh Jum’at (23/2/2018) lalu.

Dari teras depan pintu utama Masjidil Aqsa sambil berjalan ke tempat maqam Nabi Sulaiman As, lebih lanjut Syaikh Yusuf, yang masih bergamis imam mengatakan, turunnya nabi Isa As nanti di kawasan Masjidil Aqsa.

“Insya Allah dari sana itu, keluar dari pintu namanya Baburahman,” jelasnya sambil menunjuk bangunan kuno berdinding putih kusam dan pagar besinya tertutup.

Lokasi bagunan pintu Baburahman itu di sebelah barat Masjid Aqsa. Hanya selemparan batu di balik bangunan tempat maqam Nabi Sulaiman As. (Lihat Foto).

Selain mengisahkan tentang turunnya Nabi Isa As ke bumi dan keluar dari pintu Baburahman, Syaikh Yusuf mengajak khusus semua jamaah MyHalalTrip masuk ke ruang maqam Nabi Sulaiman As.

“Ahlan wa sahlan, silakan Anda semua melihat dan berfoto di maqam nabiyullah Sulaiman As,” kata Ustadz Fauzan mengartikan ucapan Syaikh Yusuf yang ramah juga murah senyum.

Baca Juga:

    Sekadar untuk diketahui, Syaikh Yusuf selain imam besar Masjidil Aqsa, juga pemangku atau pemegang kunci bangunan maqam Nabi Sulaiman As. Di bangunan berumur ribuan tahun dengan ukuran sekitar 7×9 meter berdinding batu itu, separuhnya juga dijadikan ruang kerja dan beristirahatnya Syaikh Yusuf. Ini nampak dari amatan penulis, di ruang itu banyak buku yang tertata rapi di rak dan beberapa meja kursi.

    Apa yang disampaikan Syaikh Yusuf kepada jamaah MyHalalTrip dan ajakan khusus masuk ke dalam maqam Nabi Sulaiman merupakan sebuah pengalaman penuh hikmah dan tidak semua orang bisa mendapatkan khususnya bagi penulis. [fim/air/bersambung]



    Apa Reaksi Anda?

    Komentar