Iklan Banner Sukun
Internasional

Resah dengan Tren Kaum Muda, Pemerintah Kamboja Larang Foto Selfie dengan Bunga Mirip Kantung Semar

Surabaya (beritajatim.com) – Kaum muda memang dikenal dengan jiwa kreatifnya yang tinggi. Bahkan kreatifnya sampai kebablasan.

Pemerintah Kamboja tengah dibuat resah dengan tren yang muncul di kaum muda negara itu yaitu berswafoto dengan pose memetik maupun memegang bunga. Keresahan tersebut bukan tanpa alasan, sebab bunga yang mereka pakai adalah tumbuhan langka dan terancam punah.

Bunga tersebut berbentuk phallic atau mirip dengan kantung semar di Indonesia. Tetapi saat mengatup, bunga ini terlihat seperti organ vital pria.

Dikenal sebagai Nepenthes holdenii, bunganya mirip dengan bagian tubuh tertentu, yang mendorong wisatawan benar-benar memetiknya dan berfoto selfie.

Dilansir dari Indiatimes.com, Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja mengeluarkan pernyataan tegas pada hari Rabu lalu (18/5) setelah gambar beberapa wanita memetik tanaman menjadi viral di internet.

Kementerian menulis, “Apa yang mereka lakukan adalah salah dan jangan lakukan itu lagi di masa depan! Terima kasih telah mencintai sumber daya alam, tetapi jangan dipetik, [atau] mereka akan hancur!”

Bunganya yang unik adalah tanaman kantong semar tropis karnivora yang tumbuh pada ketinggian antara 600m dan 800m di atas permukaan laut.

Bunga – dijuluki ‘tanaman penis’ karena kemiripannya dengan benda itu – telah lama menjadi spesies yang dilindungi.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penduduk setempat dan turis telah banyak memetik flora ini dari tanah dengan secara massif dan mengambil foto narsis untuk media sosial.

Neth Pheaktra, juru bicara Kementerian Lingkungan Hidup, mengatakan ada 129 spesies kantong semar, lima di antaranya tumbuh di beberapa wilayah di Kamboja.

Departemen tersebut mengatakan di situs webnya, “Seiring dengan semakin banyak orang Kamboja melakukan perjalanan ke cagar alam, baik untuk rekreasi dan petualangan, pejabat senior Kementerian Lingkungan Hidup meminta wisatawan untuk menjaga lingkungan dengan mengemas dan menyimpan limbah padat dengan benar.”

“Dan terutama untuk menjaga keanekaragaman hayati, jangan memetik bunga liar yang dilindungi untuk menjaga benih dan menjaga keindahan kawasan yang difungsikan untuk wisatawan lain yang mencintai alam untuk berkunjung,” tambah mereka. (adg/beq)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar