Internasional

Potret Corona di Asia Tenggara

Ainur Rohim Ketua PWI Jawa Timur
Surabaya (beritajatim.com)–Sesuai laporan Kementerian Kesehatan RI, hingga hari Minggu
(5/4/2020), jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona (Covid-19) di Indonesia mencapai 198 orang.

Di negeri berpenduduk 280 juta jiwa lebih ini, angka kasus positif Covid-19 yang dilaporkan pemerintah mencapai 2.273 orang per hari Minggu kemarin. Adapun jumlah orang yang pulih dari Covid-19 mencapai 164 orang.

Rezim politik Indonesia tak menerapkan kebijakan lockdown dalam mengatasi penyebaran virus corona. Setelah mengambil kebijakan social distancing, lalu policy physical distancing, dan kini Presiden Jokowi memutuskan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Implementasi kebijakan terakhir di lapangan masih dalam proses dan harus dijabarkan dalam kebijakan administratif oleh Menteri Kesehatan.

Dibanding negara-negara di kawasan Asia Tenggara lainnya (Asean), jumlah korban
meninggal dunia akibat virus corona di Indonesia adalah yang terbanyak. Mengutip laporan BBC, Minggu (5/4/2020), jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona di Malaysia sebanyak 57 orang, dengan jumlah penduduk terpapar 3.483 orang.

Malaysia yang memiliki banyak kemiripan dengan Indonesia, terutama dalam aspek budaya, ras, sosial, dan ekonomi saat ini memiliki jumlah penduduk 31.381.992 jiwa. Rezim politik di Malaysia di bawah pimpinan Perdana Muhyiddin Yassin telah mengambil kebijakan lockdown untuk mengatasi wabah virus corona.

Kebijakan lockdown diberlakukan sejak 18 Maret sampa1 31 Maret 2020. Kebijakan itu diambil saat jumlah kasus positif virus Corona di Malaysia mencapai 553 kasus. Angka itu tertinggi di Asia Tenggara ketika itu. Kebijakan lockdown di Malaysia berlaku secara nasional, bukan sekadar di negara bagian tertentu di Negeri Jiran tersebut.

Memang, jumlah warga Malaysia yang positif terpapar virus corona jauh lebih tinggi dibanding di Indonesia. Di Negeri Jiran tersebut, warga terpapar virus corona sebanyak 3.483 orang (Data hari Minggu, 5/4/2020).

Tapi, korban meninggal dunia jauh lebih sedikit dibanding Indonesia. Malaysia dengan 57 orang meninggal dunia dan Indonesia sebanyak 198 korban meninggal dunia. Negara lain di Asean yang menerapkan kebijakan lockdown mengatasi wabah virus corona adalah Filipina.
Hingga hari Minggu (5/4/2020) dilaporkan, sebanyak 3.094 warga Filipina positif terpapar virus corona dan 144 warga lainnya dilaporkan meninggal dunia. Negara Filipina yang dipimpin Presiden Rodrigo menerapkan policy sangat keras mengatasi masalah ini.

Negara Filipina yang berpenduduk 104.256.076 jiwa memutuskan lockdown secara nasional. Apalagi, warga korban meninggal dunia pertama di kawasan Asean akibat virus corona terjadi di Filipina.

Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan warganya untuk mematuhi perintah karantina wilayah atau lockdown dalam rangka menekan penyebaran virus corona. Duterte mengancam siapa saja yang melanggar itu, dengan keluar rumah tanpa izin, “tembak mati saja di tempat.”

“Ketimbang membahayakan hidup orang banyak, lebih baik saya mengubur kamu,” kata Duterte, Rabu (1/4/2020).

Duterte dikenal tegas dan keras dalam menerapkan kebijakan. Saat awal menjabat sebagai orang pertama Filipina, Duterte mendeklarasikan perang terhadap bandar dan pelaku kejahatan narkoba. Sudah tak terhitung jumlah bandar, pelaku peredaran, dan perdagangan narkoba di Filipina yang dikirim ke liang lahat.
Kelompok kriminal ini dihabisi tanpa ampun oleh Duterte, sekali pun  kemudian mengundang kecaman dari banyak lembaga pemerhati hak asasi manusia (HAM) di Filipina dan komunitas internasional.

Negara lain di kawasan Asean yang menerapkan kebijakan lockdown mengatasi penyebaran wabah
virus corona adalah Vietnam. Negara komunis yang baru tuntas perang kemerdekaan melawan Amerika Serikat tahun 1975 ini, hingga hari Minggu (5/4/2020), mencatatkan tak ada (nihil) korban meninggal dunia akibat virus corona.

Jumlah warga Vietnam positif terpapar corona sebanyak 240 orang. Di negara berpenduduk 96.160.163 jiwa ini, policy lockdown diterapkan secara ketat dan tegas.

Vietnam melawan virus corona dengan responsif pada tahap awal wabah, mengintensifkan
pengawasan, hingga meningkatkan pengujian laboratorium. Infeksi corona yang terakhir
dilaporkan pada 13 Februari.

Dr Kidong Park, perwakilan WHO di Vietnam, mengatakan, keberhasilan Vietnam melawan virus corona karena proaktif dan konsistensi pemerintah.

Rezim poltiik Vietnam secara resmi menyatakan virus corona sebagai epidemi pada 1 Februari, ketika jumlah kasus di negara itu meningkat menjadi enam. Pada 13 Februari, Kementerian Kesehatan Vietnam  memerintahkan 10.600 penduduk Son Loi tetap tinggal di rumah selama 20 hari, setelah lebih banyak kasus dikonfirmasi di kawasan itu.

Vietnam responsif pada tahap awal wabah, dengan mengintensifkan pengawasan, meningkatkan pengujian laboratorium, memastikan pencegahan dan pengendalian infeksi dan manajemen kasus di fasilitas kesehatan, komunikasi yang jelas melalui pesan soal risiko, dan kolaborasi multisektoral.

Bagaimana dengan Thailand? Negara berpenduduk 68.414.135 jiwa, menurut laporan BBC, per hari Minggu mencatatkan jumlah warga yang positif terpapar virus corona sebanyak 2.169 orang,
dengan jumlah korban meninggal dunia  sebanyak 23 orang.

Rezim politik Thailand responsif ketika awal mendeteksi dan mengetahui virus corona masuk ke negaranya.
Mereka langsung menutup perbatasan darat dan laut dengan semua negara tetangganya. Warga Thailand maupun negara lain tak boleh keluar atau masuk ke Thailand. Sekali pun tak menerapkan kebijakan lockdown, seperti di Malaysia, Filipina, dan Vietnam, jumlah korban meninggal akibat virus corona di Thailand jauh lebih sedikit dibanding Malaysia, Filipina, dan Indonesia.

Negara Singapura  hingga hari Minggu (5/4/2020) mencatatkan jumlah warganya yang positif terpapar virus corona sebanyak    1.189 orang, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 6 orang.

Singapura, negara berpenduduk  5.888.926 jiwa, dikenal memiliki tingkat kesejahteraan sosial ekonomi paling tinggi dan bagus di antara negara-negara Asean lainnya. Tingkat cadangan devisa Singapura sekitar USD 280 miliar, lebih dari 2 kali lipat cadangan devisa Indonesia, yang per
akhir Februari 2020, diperkirakan sebesar USD 130 miliar.

Otoritas politik Singapura tak menerapkan kebijakan lockdown dalam konteks ini. Tapi, policy social and physical distancing secara ketat. Hal itu dimungkinkan di Singapura, karena luas wilayah dan tingkat demografinya kecil.

Untuk negara-negara Asean lainnya, data per hari Minggu (5/4/2020), menunjukkan, Brunei
Darussalam, jumlah warga positif terpapar virus corona sebanyak     135 orang, dengan korban meninggal dunia sebanyak    1 orang.

Negara ini berpenduduk kurang dari setengah juta jiwa. Lalu Kamboja yang berpenduduk lebih
dari 16 juta jiwa mencatatkan nihil korban meninggal dunia akibat virus corona, dengan jumlah warga positif terpapar corona sebanyak 114 orang. Selanjutnya, Burma sebanyak     21
orang dilaporkan terpapar virus corona dan 1  orang korban meninggal dunia.

Laos yang berpenduduk 7 juta jiwa lebih, sebanyak  10 warganya dilaporkan posistif terpapar virus
corona dan tak ada korban meninggal dunia, dan terakhir Timor Leste hanya 1 orang yang dilaporkan positif terpapar virus corona, tanpa ada korban meninggal dunia dari 1.040.880 jiwa warganya. [air/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar