Iklan Banner Sukun
Internasional

Pemilik Restoran Kena Prank, Dapat Pesanan 60 Porsi Makanan Tapi Pelanggan Tak Muncul

Surabaya (beritajatim.com) – Serangkaian insiden ‘prank’ tidak selalu jadi hal lucu. Apalagi jika pada akhirnya membuat orang lain merugi.

Seorang pemilik restoran di Malaysia mengalami hal buruk tersebut. Dia mendapat pesanan hingga 60 porsi makanan untuk berbuka namun si pemesan tak datang. Akhirnya, makanan itu tidak dibayar.

Dikutip dari World of Buzz, melalui TikTok, @hsnzahsm, seorang warganet berbagi cerita tentang bagaimana seorang pemilik bisnis dikerjai untuk menyiapkan makanan untuk 60 orang, tapi mereka yang memesan sebanyak 60 porsi itu tidak pernah muncul.

Dalam video tersebut, terlihat tiga meja panjang kosong yang dipenuhi makanan menimbulkan pertanyaan di antara mereka yang berada di restoran tersebut. Setelah mengetahui bahwa 60 orang yang memesan tidak hadir, pemilik akun tersebut menulis demikian:

“Tolong jangan lakukan ini pada pemilik usaha. Kami merasa ada yang tidak beres, ketika orang yang memesan tempat di restoran tidak datang.”

Kursi-kursi itu tampak masih kosong, bahkan ketika restoran hampir tutup. Para staf restoran sudah mencoba menghubungi orang yang memesan, tetapi tidak berhasil.

@hsnzahsm Bulan2 ramadhan ni jangan la duk aniaya orang 😭 #fyp #foryoupage ♬ Cinta Sampai Mati – Raffa Affar

Dari unggahan tersebut, awalnya pemilik restoran masih ingin berpikir positif saat pemesan tidak kunjung hadir saat waktu berbuka tiba. Mereka pikir pemesan akan datang selepas waktu berbuka.

Kenyataannya, tak ada satupun bangku yang terisi. Meski meja dipenuhi makanan telah tersaji di atasnya.

Menolak bahwa itu dituding hanya taktik pemasaran, pemilik akun pun mengatakan restoran tidak mengambil deposit dalam bentuk apa pun ketika mereka membuat reservasi. Itu menyebabkan mereka kehilangan banyak uang.

“Kami berpikir orang akan tahu dan memahami bagaimana susahnya menjalankan bisnis restoran daripada membebani bisnis, terutama restoran yang sudah berjuang, dengan begini kami menderita lebih banyak kerugian,” ujarnya.

Dalam caption video tersebutpun dituliskan bahwa pemilik restoran merasa teraniyaya, “Bulan-bulan Ramadhan ini janganlah sampai tega menganiaya orang lain.”

Membatalkan pesanan makanan memang hal wajar. Tapi, sebisa mungkin tidak dilakukan secara mendadak agar pemilik restoran tidak kesulitan. Apalagi jika sampai tidak datang padahal makanan sudah disiapkan. Itu bisa jadi pukulan buat pemilik restoran. (adg/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar