Internasional

Zuckerberg Dukung Status Trump, Pegawai Facebook Mogok Virtual

Pendiri yang juga CEO Facebook Mark Zuckerberg (Foto: AFP)

Washington – Sejumlah Karyawan Facebook dari berbagai tingkatan melakukan mogok kerja akibat dukungan yang diberikan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg terhadap unggahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Unggahan tersebut terkait peristiwa unjuk rasa yang sedang terjadi di Amerika Serikat dalam mendukung komunitas kulit hitam untuk menentang aksi rasial.

“Sebagai teman, kita harus berdiri dan berjalan beriringan, bukan di belakang. Saya akan berpartisipasi dalam mogok kerja virtual sebagai bentuk solidaritas dengan komunitaas kulit hitam,” tulis salah satu karyawan Facebook, Sara Zhang.

Tidak berselang lama setelah aski mogok kerja virtual ini menjadi ramai, pihak Facebook menanggapinya dengan sebuah kebijakan yang mendukung mereka untuk menyuarakan aspirasinya. Facebook juga mengizinkan mereka melakukan aksi tersebut dan tidak berniat untuk memberikan sanksi terhadap mereka.

“Kami menyadari rasa sakit yang dirasakan karyawan kami saat ini, terutama komunitas kulit hitam. Kami mendorong para karyawan untuk berbicara secara terbuka ketika mereka tidak setuju dengan kepemimpinan yang ada,” kata Facebook dikutip dari AFP, Selasa (2/6/2020).

Kecaman terhadap langkah yang diambil Mark Zuckerberg bahkan juga datang dari pegawai senior Facebook. Direktur Perencanaan News Feed Facebook, Ryan Freitas mengatakan, dirinya merasa saat ini Mark Zuckerberg sedang mengambil langkah yang salah. “Saya akan berusaha keras dalam merubah pikirannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Jumat (29/5), Trump mengunggah sebuah tulisan yang sama pada Twitter dan Facebook. “Ketika penjarahan dimulai, maka penembakan dimulai,” tulis Trump.

Mengenai unggahan tersebut, Twitter menanggapinya dengan sebuah peringatan dan mengkategorikannya sebagai suatu yang perlu diperhatikan. Twitter juga menutupi unggahan tersebut karena dianggap telah mendukung kekerasan dan melanggar aturan yang ada.

Namun, Facebook tidak memberikan peringatan yang sama seperti yang dilakukan oleh Twitter dan membiarkannya begitu saja. Mark Zuckerberg mengatakan, dirinya telah berpikir sepanjang hari untuk menanggapi unggahan Trump tersebut.

“Secara pribadi, saya memiliki reaksi negatif yang mendalam terhadap retorika yang berpotensi menyebabkan perpecahan dan kebencian. Tapi posisi kami adalah memberikan keleluasaan dalam berekspresi, kecuali jika itu dapat menyebabkan suatu bahaya seperti yang telah dijabarkan dalam kebijakan yang ada,” ujarnya.

Langkah yang diambil oleh Mark Zuckerberg ini juga semakin dikecam oleh banyak orang setelah media memberitakan dirinya berbicara secara langsung dengan Trump melalui saluran telepon. Sehingga, posisi netral yang dipegang teguh oleh Facebook saat ini dipertanyakan oleh banyak pihak.

Meski begitu, pada Minggu (31/5) malam, Zuckerberg memberikan sumbangan sebesar 10 juta dolar AS kepada kelompok-kelompok yang bekerja dalam memperjuangkan keadilan untuk setiap ras. Melalui sumbangannya tersebut, dia ingin Amerika Serikat bisa kembali bersatu dan bekerja untuk menyelesaikan yang belum terselesaikan.

Selain itu, dia juga berharap keadilan bisa tercapai tidak hanya untuk keluarga atau masyarakat yang saat ini sedang berduka. Tetapi dia berharap agar semua orang yang menghadapi beban ketidaksetaraan juga segera menerima keadilan.(afp/cnn/berbagai sumber)





Apa Reaksi Anda?

Komentar