Internasional

Patung Presiden Soekarno Berdiri Gagah di Mexico City

Patung Bung Karno berdiri  gagah di jantung Mexico City. Keberadaan patung Proklamator RI di negara para mariachi ini karena  Pemerintah Meksiko menganggap Soekarno sebagai tokoh perdamaian dunia yang telah mendorong kemerdekaan dan kemandirian bangsa-bangsa di dunia dari kolonialisme dan Imperialisme.

Mexico City – Patung Presiden Pertama RI Soekarno telah berdiri dengan gagah di Ibu kota Meksiko, tepatnya di daerah Lomas Virreyes, Meksiko City.

Keberadaan Patung Proklamator RI di negeri para Mariachi tersebut karena Soekarno dianggap tokoh perdamaian dunia yang telah mendorong banyak negara merdeka dan mandiri dari kolonialisme dan imprealisme. Selain itu Soekarno juga adalah satu-satunya Presiden yang mengunjungi Meksiko selama 3 tahun berturut turut yakni yakni 1959, 1960, 1961.

Sebagai wujud penghormatan atas jasa jasa Soekarno kepada dunia, Pemerintah Mexico mengundang cucu sang Proklamator, Puan Maharani yang saat ini menjabat sebagai Menko PMK RI untuk meresmikan berdirinya patung mendiang kakeknya, pada hari kamis 27/9 waktu setempat.

alam sambutannya Puan mengharapkan Keberadaan patung ini menjadi simbol sekaligus pengingat warga kedua negara bahwa Indonesia dan Meksiko memiliki jejak sejarah yang kuat dan hubungan yang erat di segala bidang.

“Keberadaan patung Soekarno bagi Bangsa Indonesia merupakan sebuah penghormatan tertinggi dari rakyat Meksiko kepada kami pada umumnya dan keluarga besar Presiden Soekarno pada khususnya,” ujar Puan, Jumat (27/9/2019).

Puan juga sangat berterimakasih kepada Pemerintah Meksiko, Walikota Venustiano Carranza, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Duta Besar RI di Mexico City beserta pejabat dan staf di KBRI Mexico City, Ketua COMAEP dan pematung Edyza Ponzanelli atas berdirinya patung Soekarno.

Berdirinya Patung Soekarno juga menambah koleksi negara asal minuman Tequila ini akan patung tokoh dunia. Sebelumnya di Mexico City telah berdiri patung Mahatma Gandhi, Martin Luther King Jr Simon Bolivar, Winston Churcill, Josep Broz Tito, Abraham Lincoln, dan Ho Chi Minh.[ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar