Internasional

Myanmar Mencekam, Lebih 100 Orang Tewas

Seorang perempuan menunjukkan hormat tiga jari dan memegang poster melawan kudeta militer Myanmar sebagai bagian dari unjuk rasa Persatuan Teh Susu di Taipei, Taiwan, 28 Februari 2021. (Foto: REUTERS/Ann Wang)

Situs berita Myanmar Now pada Sabtu (27/3) malam melaporkan jumlah korban tewas di seluruh negara itu sedikitnya 114. Sekitar 29 di antaranya tewas di Kota Mandalay, termasuk seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun.

Kantor berita Associated Press mengutip riset independen berbasis di Yangon yang menyebut jumlah korban tewas pada Sabtu (27/3) mencapai 107. Kedua angka itu melampaui angka korban tewas tertinggi, yaitu 90 orang pada 14 Maret.

Menurut berbagai situs berita, pasukan keamanan juga menewaskan warga sipil di wilayah Sagaing pusat, sebelah timur Kota Lashio, kawasan selatan Bago, dekat Yangon, dan beberapa bagian negara itu.

“Mereka membunuhi kami seperti burung atau ayam, bahkan di rumah kami sendiri,” kata Thu Ya Zaw, seorang warga Kota Myingyan, di mana sedikitnya dua demonstran dilaporkan tewas. “Kami akan terus berunjuk rasa. Kami harus berjuang hingga junta jatuh,” tegasnya.

Pemerintah militer semakin banyak menggunakan kekuatan mematikan pada Sabtu (27/3). Kantor berita Reuters melaporkan jet-jet tempur melancarkan serangan udara di sebuah wilayah dekat perbatasan Thailand yang dikontrol kelompok etnik bersenjata yang bertujuan menggagalkan kudeta.

Kelompok itu, Persatuan Nasional Karen, melaporkan jet-jet itu menyerang desa Day Pu Noe sekitar pukul 20.00 waktu setempat, menewaskan dua orang dan memaksa warga mengungsi. Pemerintah Myanmar belum merespons permintaan untuk berkomentar. [VOA]



Apa Reaksi Anda?

Komentar