Iklan Banner Sukun
Internasional

Mempelai Wanita Tak Terima Calon Suami Gundul, Pernikahan Langsung Batal

Surabaya (beritajatim.com) – Setiap pengantin tentu tak ingin momen pernikahan mereka rusak. Apalagi disebabkan masalah sepele seperti kondisi rambut.

Sebuah prosesi pernikahan di India terpaksa batal. Pemicunya, mempelai wanita tidak terima dengan penampilan calon suaminya yang ternyata tidak sesuai kenyataan.

Dikutip dari Indiatimes.com, mempelai wanita dari Uttar Pradesh merasa dibohongi oleh calon suaminya hingga akhirnya membatalkan pernikahan. Selama ini, pria tersebut tampil menawan dengan rambut yang tebal dan rapi.

Wanita ini menolak menikahi pengantin prianya setelah mengetahui calon suaminya ternyata botak, meski prosesi pemberkatan nikah sudah selesai 50 persen. Insiden tersebut dilaporkan terjadi di distrik Unnao UP, India.

Sebelum masuk ke mandap atau altar pelaminan, kebetulan saja pengantin pria jatuh pingsan. Saat dia terjatu ke tanah, wignya terlepas dan semua orang menyaksikan pria itu sebenarnya botak. Menurut artikel itu, pengantin pria menyembunyikan kebotakannya dari keluarga pengantin wanita.

Terkejut mengetahui calon suaminya ternyata botak, pengantin wanita menolak untuk melanjutkan upacara. Anggota keluarga dan kerabat berusaha meyakinkan pengantin wanita tetapi dia tetap teguh pada pendiriannya.

Masalah ini bahkan dibawa ke kantor polisi setempat tetapi pengantin wanita tidak bergeming dari keputusannya meskipun ada intervensi polisi. Pada akhirnya, pertemuan panchayat atau dewan desa pun diadakan dan keluarga gadis itu mengklaim bahwa mereka telah menghabiskan 5,66 lakh rupee atau setara dengan Rp106.876.196 untuk pernikahan.

Pihak pengantin pria menyetujui tuntutan mereka dan mengembalikan uang tersebut kepada ayah pengantin wanita. Pengantin pria dan baraati atau iring-iringan harus kembali ke Kanpur, daerah asal pengantin pria tanpa pengantin wanita.

Paman pengantin wanita mengatakan bahwa pengantin pria dan keluarganya terus menyembunyikan fakta bahwa dia botak, yang seharusnya bisa dibicarakan.

“Jika mereka akan memberi tahu kami tentang kebotakan pengantin pria, kami bisa mempersiapkan mental pengantin wanita dan dia tidak akan terkejut. Anda tidak dapat mengharapkan pernikahan dimulai dengan kebohongan,” katanya.

Kejujuran menjadi kata kunci dalam menjalani hubungan. Sebab kebohongan yang sifatnya sederhana saja bisa merusak segalanya. (adg/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar