Internasional

Makkah dan Madinah Berlakukan Jam Malam 24 Jam

Sejumlah orang hendak menunaikan ibadah umrah di Mekah, pada 28 Februari 2020 lalu. [Foto: AFP/Getty Images/BBC]

Arab Saudi memberlakukan jam malam selama 24 jam di kota-kota suci Makkah dan Madinah sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

Sebelumnya, jam malam hanya diberlakukan selama 15 jam. Kebijakan untuk tinggal di rumah juga telah diperpanjang. Warga hanya diizinkan keluar rumah untuk membeli makanan dan untuk keperluan medis.

Pembatasan ketat terjadi pada saat ketidakpastian apakah ibadah haji ke Makkah dan Madinah tahun ini – akan berlangsung pada bulan Juli dan Agustus 2020. Ritual ini biasanya menarik lebih dari dua juta orang umat Muslim dari seluruh dunia.

Arab Saudi memiliki tingkat infeksi virus corona tertinggi di wilayah Teluk, dengan 1.885 kasus positif dan 21 kematian hingga Jumat (3/4/2020).

Sebelumnya, pihak berwenang Arab Saudi mengarantina sebuah kawasan di bagian timur serta menutup sementara semua sekolah dan universitas di seluruh kerajaan itu dari Senin (9/3/2020) hingga waktu yang belum ditetapkan akibat wabah virus corona.

Rangkaian kebijakan itu ditempuh ketika jumlah total kasus positif virus corona mencapai 15 kasus, sebut Kementerian Kesehatan Arab Saudi sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Di antara 15 kasus tersebut, ada empat kasus yang baru dilaporkan pada Senin (9/3/2020). Keempat kasus itu mencakup satu warga Saudi, dua warga Bahrain, dan satu warga Amerika Serikat.

Arab Saudi telah menangguhkan perjalanan ke sembilan negara bagi warganya sekaligus menolak orang-orang dari negara-negara tersebut atau siapapun yang berada di sana selama 14 hari terakhir. Kesembilan negara itu mencakup Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Libanon, Suriah, Korea Selatan, Mesir, Italia, dan Irak.

Pemerintah Arab Saudi juga memutuskan untuk mengarantina Qatif, kawasan penghasil minyak di bagian timur negeri. Tak seorang pun boleh masuk atau keluar dari daerah tersebut untuk sementara, sebut keterangan Kementerian Dalam Negeri seperti dilaporkan kantor berita Saudi (SPA).

Semua layanan, baik sektor umum maupun swasta juga dihentikan sementara—kecuali layanan darurat seperti apotek dan stasiun pengisian bahan bakar umum.

Penutupan wilayah belum pernah dilakukan oleh negara-negara di kawasan Teluk sejak virus corona mewabah. Dari 11 kasus virus corona di Saudi, semuanya berasal dari wilayah berpenduduk 500.000 orang itu, demikian dilaporkan kantor berita AFP.

Arab Saudi telah menyalahkan Iran atas naiknya jumlah kasus virus corona di dalam wilayah Saudi, seraya mengecam Teheran lantaran membolehkan warganya masuk tanpa memberikan cap pada paspor mereka.

Terdapat berbagai tempat suci dan napak tilas di Iran bagi umat Syiah, yang mencapai antara 10% hingga 15% dari 32 juta populasi Saudi. Hingga Jumat, Iran melaporkan 3.160 orang meninggal dunia akibat virus corona dengan total kasus positif 50.468 orang. [BBC/air]

Apa Reaksi Anda?

Komentar