Internasional

Lomba 17 Agustus Juga Digelar di Daerah Konflik Republik Demokratik Kongo

Para duta perdamaian bersama warga Propinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Para duta perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) _Mission de Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo_ (MONUSCO) tak ketinggalan menggelar berbagai perlombaan memperingati Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia.

Di tengah-tengah menjalankan misi perdamaian dunia, ratusan prajurit TNI ini menyatu dengan warga sekitar untuk merayakan Kemerdekaan RI di tengah suasana konflik antar etnis yang ada di Propinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo. Setelah menggelar upacara bendera, para duta perdamaian PBB ini mengajak anak-anak Propinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo untuk mengikuti perlombaan.

Seperti balap karung, lomba kelereng, memasukan pensil dalam botol, dan memindahkan air. Tak hanya menggelar permainan tradisional khas Agustusan di tanah air, para duta perdamaian PBB ini juga menggelar acara akbar berupa karya bhakti terpadu secara serentak di tiga tempat berbeda. Yakni di Markas Indo RDB, Soekarno Camp Kalemie, Desa Binaan Lukombwe dan _Static Combat Deploy_ (SCD) Kirimbi, Propinsi Tanganyika.

Dansatgas Indo RDB XXXIX-B Monusco, Kolonel Inf Daniel Lumbanraja mengatakan, antusias masyarakat RD Kongo sangat tinggi. “Personel satgas dan warga gotong royong melaksanakan karya bhakti serta mengikuti seluruh lomba yang dimainkan. Bahkan warga sekitar COB, SCD dan Desa binaan Indo RDB ikut dalam perlombaan khas Indonesia,” ungkapnya, Senin (17/8/2020).

Masih kata Dansatgas, kegiatan karya bhakti terpadu yang terangkai dalam Civil Military Coordination (CIMIC) di desa binaan Lukombwe berupa kegiatan fisik. Yaitu pembuatan lapangan bola dilengkapi dengan sarana penunjangnya yang diprakarsai oleh Kompi A, perbaikan jembatan rusak yang diprakarsai oleh Kompi B, serta pembuatan jamban yang diprakarsai oleh Kompi C.

“Pada puncak kegiatan diresmikan langsung Deputy HoO, Mr Issaka, Chief DDRR, Mr Joseph Langa dan Deputy CAS, Mrs Josiane. Lalu kegiatan non fisik berupa pelayanan kesehatan gratis, sosialisasi pencegahan Covid-19, pelatihan bercocok tanam, anjangsana ke rumah-rumah penduduk, edukasi lapangan dan pembagian sembako serta penyerahan hasil karya menjahit Wan TNI berupa pakaian dan masker kepada masyarakat setempat,” tegasnya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar