Internasional

Lockdown di Italia Dilonggarkan dengan Resiko Perhitungan

Italia mulai melonggarkan karantina wilayah sejak awal Mei 2020, sebagaimana terlihat di Alun-alun Camp di Fiori, Roma.[Foto: AFP/Getty Images/BBC]

Italia sedang mengambil “risiko dengan perhitungan” seiring diberlakukannya serangkaian pelonggaran karantina wilayah atau lockdown, menurut Perdana Menteri Giuseppe Conte.

Conte mengumumkan bahwa perjalanan dari dan ke Italia, serta antarawilayah di dalam Italia, akan diperbolehkan mulai 3 Juni mendatang. Gimnasium, kolam renang, dan pusat olahraga akan kembali dibuka pada 25 Mei, kemudian bioskop dan teater dibuka pada 15 Juni.

Lebih jauh, para pelancong dari negara-negara Uni Eropa akan diizinkan masuk ke Italia tanpa harus menjalani karantina selama dua pekan.

Langkah-langkah ini merupakan keputusan besar bagi negara yang sempat mencatat jumlah kasus positif virus corona terbanyak di dunia. Italia juga yang menjadi negara pertama di Eropa yang memberlakukan lockdown di seantero wilayah saat kasus-kasus Covid-19 muncul di kawasan utara pada Februari 2020.

Kini, tingkat penularan di Italia merosot drastis. Begitu pula dengan angka kematian.
Pada 27 Maret lalu, Italia mencatat lebih dari 900 orang meninggal dunia akibat Covid-19. Kini, sebanyak 153 orang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir.

Secara keseluruhan, menurut para pejabat Italia, sebanyak 31.763 orang meninggal dunia—jumlah tertinggi ketiga di dunia di bawah Amerika Serikat dan Inggris.

Angka-angka ini mendorong PM Conte memberlakukan serangkaian pelonggaran lockdown dengan “risiko yang diperhitungkan”. “Kami menempuh risiko yang diperhitungkan mengingat kurva penularan bisa naik lagi,” kata Conte dalam pidato yang disiarkan televisi. “Kami harus menerimanya, sebab kalau tidak demikian kami mungkin tidak bisa memulai lagi.”

Conte menegaskan negaranya tidak bisa menunggu sampai vaksin ditemukan, karena “kami bakal mengalami perekonomian dan struktur sosial yang rusak parah”.

Sejumlah daerah di Italia telah menyerukan pelonggaran yang lebih drastis, namun PM Conte mengatakan pelonggaran akan dilakukan secara bertahap guna menghindari gelombang penularan kedua.

Toko-toko dan restoran akan kembali dibuka pada Senin, 18 Mei, dengan syarat menjaga jarak aman. Gereja-gereja juga bersiap memulai kembali ibadah pada hari yang sama, namun jemaah diharuskan menjaga jarak dan memakai masker. Agama-agama lain juga dipersilakan menunaikan ibadah masing-masing.

Sebelumnya, Conte menguraikan bagaimana Italia akan memulai “Fase Dua” dalam melonggarkan kebijakan lockdown. Langkah-langkah tersebut meliputi: Warga akan diizinkan bergerak di sekitar wilayah mereka sendiri – tetapi tidak di antara wilayah yang berbeda.

Poin lainnya, pemakaman dihadiri maksimal 15 orang, dan idealnya dilakukan di luar ruangan;
Atlet individu dapat melanjutkan latihan, dan orang dapat melakukan olahraga tidak hanya di sekitar rumah mereka, tetapi di daerah yang lebih luas; Bar dan restoran akan dibuka kembali untuk pesanan dibawa pulang mulai 4 Mei (tidak hanya layanan pengiriman seperti sekarang), tetapi makanan harus dikonsumsi di rumah atau di kantor.

Selanjutnya, salon, bar dan restoran diharapkan akan dibuka kembali untuk seperti dalam keadaan normal mulai 1 Juni; Toko-toko ritel akan dibuka kembali pada 18 Mei – bersama dengan museum dan perpustakaan; Tim-tim olahraga juga akan dapat mengadakan latihan kelompok mulai 18 Mei.

“Jika kita tidak menghargai tindakan pencegahan kurva akan naik, kematian akan meningkat, dan kita akan memiliki kerusakan permanen pada ekonomi kita,” kata perdana menteri. “Jika kamu mencintai Italia, jaga jarakmu.”

Di Italia, orang-orang yang meninggal di rumah atau fasilitas perawatan tidak disertakan dalam hitungan nasional, sehingga banyak yang percaya tingkat kematian dan infeksi yang sebenarnya bisa jadi lebih tinggi dari angka resmi. [BBC/air]

Apa Reaksi Anda?

Komentar