Iklan Banner Sukun
Internasional

Korban Prank AirBnb, Wanita Ini Habiskan Rp19 Juta Untuk Menginap di Etalase Toko

Surabaya (beritajatim.com) – AirBnb dikenal dengan tempat menginapnya yang unik yang terkadang membuat pelancong berpengalaman pun terkejut. Karena setiap pemilik penginapan menyajikan kekhasan masing-masing.

Sama halnya seperti Kleinbasel Leihlager di Feldbergstrasse, Switzerland. Merupakan toko yang menyedikan perkakas rumah untuk disewakan.

Sesuai dengan kampanyenya, Kleinbasel Leihlager membuat satu iklan di AirBnb yang menawarkan sensasi menginap di etalase tokonya.

Menginap di etalase toko dengan harga US$1.300 atau setara Rp19 juta semalam mungkin terlalu mahal bagi sebagian orang. Tetapi seorang turis Amerika ingin mengambil tawaran itu.

Iklan tersebut pada akhirnya dihapus dari AirBnb sejak turis wanita asal Amerika setuju mengambil tawaran itu. Padahal itu akan terkesan menjadi lelucon seperti bagian dari pameran seni Art Basel internasional di Swiss.

Gawin Steiner, anggota tim Leihlager, mengatakan kepada media Swiss, “Semuanya adalah gimmick pemasaran, kami tidak pernah berasumsi bahwa seseorang akan benar-benar memesan atau datang.”

Jendela etalase itu awalnya terdaftar di 3.300 Franc Swiss (Rp43 juta) tetapi tuan rumah wanita yang baik hati itu menegosiasikan ulang tagihan secara pribadi, dengan dia check-in pada 14 Juni.

“Dia memesan untuk tiga malam dan kami menegosiasikan ulang harga sedikit. Sekarang malam di etalase toko hanya berharga 1.300 Franc Swiss (Rp20 juta),” kata Steiner.

Tim tidak mengharapkan kedatangannya dan harus buru-buru menyiapkan semua persiapan.

“Kami membangun perancah dari reng dan menariknya sebagai dinding. Itu akan sedikit aneh. Termasuk dengan jendela adalah ruang kantor kecil dan memiliki tampilan yang chic dan modern. Ini juga memiliki pemandangan panorama parkir mobil di kedua sisi jalan dengan beberapa perabotan modern abad pertengahan dan bahkan TV,” terang Steiner.

Toko itu ingin menghindari terlalu banyak keanehan ruang dengan memberikan sentuhan jenis jendela kamar tidur yang biasa temukan di distrik Amsterdam atau Hamburg. Sehingga, etalase toko itu memiliki suasana yang lebih bersahaja dan selain tempat tidur yang diambil dari ruang belakang, perabotan dan tanaman disumbangkan dari tempat masing-masing karyawan.

Steiner menambahkan, “Upaya itu sangat berharga dan entah bagaimana proyek ini membuat kami merasa seperti bagian dari Art Basel.”

Selama pengalamannya tidur dietalase toko tidak jelas apakah wanita Amerika itu berhasil mendapatkan istirahat malam yang baik dan berbaring untuk mengejar jet lag, karena jalanan menjadi sangat sibuk dari jam 9 pagi dan seterusnya.

Saat ini juga tidak jelas apakah toko Leihlager berencana untuk mendaftarkan sewa untuk pameran seni Basel tahun depan.

Steiner berkata, “Saya tidak berpikir itu akan berhasil untuk tahun depan. Saya tidak membayangkan perasaan tidurnya sehebat itu.’

Ini bukan pertama kalinya ada AirBnb yang mencantumkan hal aneh ini. Kamar AirBnb yang konyol di jendela toko di toko serba ada dibuka di New York pada tahun 2015. Dan ada juga kamar AirBnb aneh yang melihat langsung ke sebuah restoran juga muncul di New York. [adg/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar