Internasional

Catatan Pinggir Pak FIM (1)

Kisah Patung Sapi Emas Karya Sesat Samiry

Patung sapi emas. [Foto: Ferry/beritajatim.com]

Selama beberapa hari di bulan Februari 2018, Ferry Is Mirza (FIM), wartawan senior Jatim, melakukan kunjungan ke sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Turki, Palestina, Mesir, Yordania, dan beberapa negara lainnya. Pak FIM menjelajah ke sejumlah negara yang populer dengan istilah negeri para nabi. Banyak catatan menarik selama kunjungan itu yang layak dibagikan kepada pembaca. Berikut laporannya:

Samiry adalah ulama di zaman Nabi Musa As. Tatkala bayi yang diselamatkan Allah Ta’ala di sebuah desa di daerah St Katherine kawasan Gurun Sinai, Mesir. Samary atau Tsamara dirawat Malaikat Jibril dari usia belia hingga dia bisa berinteraksi dengan malaikat Jibril.

Pada suatu hari dia mengambil pasir bekas telapak kuda malaikat Jibril dan menyimpannya. Sampailah suatu ketika dia disesatkan setan membuat patung emas sapi dan menaburkan pasir bekas telapak kuda malaikat Jibril. Subhanallahu. Dengan izin Allah, sapi itu bisa menari dan bersuara inilah karya sesat Samiry.Catatan Pinggir Pak Fim (1) Dikatakan karya sesat, menurut Sayet Mansour guide MyHalalTri, karena Samiry menyuruh umat Bani Israil menyembah patung sapi emas itu. Akhir yang tragis Allah murka dan menghukum dia sepanjang hidupnya sampai terbakar kulitnya dan mati dalam keadaan hina.

Naudzubillahi min dzalik…Patung emas itu dilempar oleh Nabi Musa As ke atas bukit dan membatu di sanalah karya sesat Samiry itu hingga kini atas kuasa Allah Azza Wa Jalla masih berada Sinai Mesir. [fim/air]

Kisah ini ditulis sebagai catatan pinggir (caping) safar jelajah negeri para nabi.



Apa Reaksi Anda?

Komentar