Internasional

Kebijakan Baru Trump Rugikan Palestina, ACT Ajak Masyarakat Lebih Peduli

N. Imam Akbari, Senior Vice President Global Islamic Philanthropy atau Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa saat yang lalu President Amerika Serikat Donald Trump mengambil kebijakan yang kontroversi yakni Deal of the Century, yakni kebijakan yang pada dasarnya membuat perjanjian damai antara Palestina dan Israel.

Tetapi banyak pihak yang menyatakan bahwa kebijakan ini hanyalah akal-akalan semata Amerika dan Israel yang justru menyulitkan dan merugikan Palestina. Pandangan ini juga dinyatakan oleh N. Imam Akbari, Senior Vice President Global Islamic Philanthropy atau Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan, ACT tentu saja konsen terhadap isu isu kemanusian dan islam di dunia ini, termasuk apa yang terjadi di Palestina. Menurutnya kebijakan Trump tersebut sangat merugikan Palestina.

“Deal of the Century yang di saat ini sedang banyak dibahas juga di seluruh dunia kemudian melahirkan banyak gerakan dan protes. Mungkin hari Jumat besok juga kami mendengar akan banyak gelombang aksi di seluruh dunia yang ingin menyuarakan bahwa Deal of the century ini sangat tidak relevan bertentangan dengan hak asasi manusia,” ungkapnya Rabu (5/2/2020) di Surabaya.

Selain bertentangan dengan kemanusiaan, kebijakan ini juga bertentangan dengan hak-hak dan kedaulatan warga Palestina. Artinya ketika aspek-aspek kemanusiaan secara umum terganggu maka akan mengganggu aspek lainnya seperti pangan, pendidikan, tempat tinggal dan sebagainya.

“Ya maksudnya mengalami hal-hal yang tidak membuat mereka nyaman lah. Bahkan terganggu juga ibadahnya dan sesungguhnya masalah Palestina ini bukan semata-mata masalah Islam saja tetapi problematika kemanusiaan jadi harusnya semua elemen semua pihak yang merasa dirinya masih manusia ya harus punya hati nurani,” ungkapnya.

Terlebih, ia mengingatkan bahwa Palestina punya tempat yang istimewa di hati warga negara Indonesia karena Palestina merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan bangsa dan kedaulatan Indonesia.

“Mereka juga bahkan menyumbangkan sebagian yang mereka miliki sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan bangsa kita pada saat itu. Jadi sudah seyogyanya kita membalas itu semua,” tambahnya.

Ia kemudian menerangkan bahwa De of the Century ini berdampak domino yang berbahaya. Kerena kebijakan ini diambil tanpa melibatkan Palestina padahal Palestina merupakan negara yang bersangkutan.

“Bisa jadi ini ditiru oleh negara lain jadinya efek domino. Jelas ini sangat berbahaya. Kebijakan ini harusnya menguntungkan kedua belah pihak tapi yang terjadi malah mengabaikan hak pihak lain. Deal of the century ini saja sudah menimbulkan problematika, bagaimana pasukan zionis dibiarkan semena-mena,” tegasnya.

Oleh karenanya, ACT mengajak semua pihak untuk mau lebih peduli terhadap isu kemanusian dan menjadi garda depan dalam upaya saling membantu. Saat ini ACT terus fokus pada masalah itu dan Palestina.

Pada Februari ini ACT telah berhasil menyumbangkan beberapa buah kursi roda untuk korban perang Palestina, disamping pasokan kebutuhan dasar lainnya seperti pangan dan obat obatan. [adg/ted] 





Apa Reaksi Anda?

Komentar