Internasional

Kasus Mirip Ratna Sarumpaet Terjadi di Amerika Serikat

Surabaya (beritajatim.com) – Hakim di Chicago menyatakan bahwa apabila tuduhan terhadap Jussie Smollet, bintang serial TV ‘Empire’, yang diduga merekayasa kasus kejahatan ujaran kebencian terhadapnya terbukti benar, maka hal itu “benar-benar keterlaluan” dan sungguh “hina”.

Aktor kulit hitam asal Amerika Serikat tersebut dituduh telah membuat laporan palsu kepada kepolisian setelah mengaku menjadi korban serangan rasisme dan homofobia.

Hakim John Fitzgerald Lyke, yang juga keturunan Afrika-Amerika, mengatakan bahwa bagian yang “paling hina” dari tuduhan laporan palsu tersebut adalah klaim penggunaan tali sebagai alat penganiayaan.

Polisi menyatakan bahwa Smollet merekayasa serangan tersebut karena ia “tidak puas dengan gajinya”.

“Simbol itu memperlihatkan sosok iblis dalam sejarah negara ini,” ujar Hakim Lyke terkait tali yang diklaim Smollet dilingkarkan penyerangnya di lehernya, menurut laporan Chicago Tribune.

Pernyataan yang diungkapkan Hakim Lyke pada persidangan Kamis (21/2) kemarin merujuk pada persekusi atas dasar rasisme yang biasanya dilakukan dengan cara hukum gantung terhadap ribuan warga Amerika keturunan Afrika di masa pasca-perang saudara Amerika.

Smollet, yang membintangi serial TV populer ‘Empire’, diduga membayar dua orang kakak-adik untuk berpura-pura menyerangnya.

Kedua bersaudara tersebut kini bekerjasama dengan polisi dalam penyelidikan kasus ini.

Pernyataan Kepolisian

Kepolisian Chicago mengungkapkan bahwa Smollet juga mengirimi dirinya sendiri sebuah surat bernada rasis di studio Fox sebelum merancang serangan itu.

Dalam konferensi pers, Kamis (21/2), Inspektur Polisi Eddie Johnson dari kepolisian Chicago mengecam aksi “memalukan” itu.

“Mengapa ada orang, apalagi warga keturunan Afrika-Amerika, menggunakan simbolisme tali gantung untuk membuat tuduhan palsu?” ujarnya.

Inspektur Johnson menuduh Smollet mengambil “keuntungan dari rasa sakit dan amarah orang atas isu rasisme untuk mendorong karirnya.”

Ia mengatakan bahwa Smollet telah mengkhianati kota Chicago, dan menyatakan “aksi publisitas ini meninggalkan luka yang tak dibuat Chicago dan tentu saja tak layak diterima kota ini.”

Hoaks tersebut, menurutnya, “menyita perhatian khalayak nasional berminggu-minggu”, dan kemungkinan bisa menjadi halangan bagi para korban kejahatan ujaran kebencian yang ingin menyuarakan diri, karena khawatir pernyataan mereka akan direspon secara skeptis.

Ia meminta sang aktor “untuk meminta maaf kepada kota yang ia nodai ini.”

“Selebriti, komentator berita, dan bahkan kandidat presiden telah ikut berkomentar dalam sebuah kasus yang dirancang oleh seorang aktor,” ujar Inspektur Johnson, marah.

“Saya dibuat tercenung dan bertanya ‘kenapa?'” ujarnya, menggambarkan aksi Smollet sebagai ‘tamparan keras’ bagi warga Chicago.

Rekayasa Hoaks

Aktor yang mengaku secara terang-terangan bahwa ia gay tersebut bercerita bahwa ia tengah keluar rumah larut malam untuk membeli makanan pada 29 Januari lalu, di kedai roti lapis Subway di pusat kota Chicago, saat dua pria kulit putih meneriakkan ejekan rasis dan homofobia terhadapnya.

Ia mengatakan bahwa keduanya juga menonjoknya, menyiramnya dengan suatu cairan kimia, dan melingkarkan seutas tali di lehernya.

Smollet juga mengklaim bahwa kedua pria tersebut mengatakan “ini negeri Maga”, merujuk pada slogan Presiden Donald Trump, “Make America Great Again” yang berarti “Buat Amerika Berjaya Kembali”.

Dukungan pun deras mengalir bagi Smollet dari berbagai pihak, termasuk aktris pemenang piala Oscar, Viola Davis, hingga supermodel Naomi Campbell.

Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Cory Booker, pun angkat suara dan mendukungnya. Ia menyatakan bahwa insiden yang dialami Smollet adalah “persekusi sadis era modern”.

Dalam wawancaranya di program TV ABC pekan lalu, Smollet mengatakan sambil terisak bahwa ia merasa telah “berubah selamanya” akibat insiden tersebut.

Mirip Kasus Ratna Sarumpaet

Kasus dugaan hoaks Jussie Smollet memiliki sejumlah kesamaan dengan kasus hoaks yang menimpa aktivis Ratna Sarumpaet. Selain modus yang serupa tapi tak sama, keduanya juga menerima banyak dukungan dari banyak pihak sebelum akhirnya hoaks mereka dibongkar.

Kasus yang Ratna Sarumpaet sendiri bermula dari kabar bahwa Ratna “dipukul atau dikeroyok di Bandung” viral. Foto wajah Ratna yang tampak lebam-lebam ramai dibagikan di media sosial. [but]

Sumber: BBC

Apa Reaksi Anda?

Komentar