Internasional

Kasus Korupsi Mantan PM Malaysia Dilanjutkan

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak saat rehat di antara sidang kasusnya di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur pada 28 Agustus. [Foto: Reuters/BBC]

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak terkejut atas keputusan pengadilan yang memutuskan akan melanjutkan proses hukum kasus korupsi 1MDB senilai miliaran dolar AS atau puluhan triliun rupiah, kata pengacaranya.

“Setiap dakwaan, tim pembela mempertanyakannya. Dia (Najib Razak) juga menduga akan dibebaskan dari keseluruhan tujuh tuntutan, karena Anda telah mendengar pernyataan kami, kami tidak ingin mengulanginya. Dia terkejut,” kata ketua tim pengacara Muhammad Shafee Abdullah sebagaimana dilansir BBC.

Tetapi Najib sendiri mengatakan sambil tersenyum kepada kantor berita AFP bahwa dirinya tetap tenang menanggapi keputusan hakim.

Pada hari Senin (11/11/2019) hakim di Malaysia memutuskan kasus korupsi besar-besaran mantan Perdana Menteri Najib Razak dilanjutkan ke tahap berikutnya.

“Terdakwa memiliki pengaruh besar dan luas terkait dengan unit 1MDB, SRC International. Jaksa memandang Najib berkewajiban menjawab tujuh dakwaan yang dituntut,” kata hakim Pengadilan Tinggi Mohamad Nazlan Mohamad Ghazali seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Keputusan hakim ini dicapai setelah selama enam bulan pihak jaksa menyampaikan tuntutannya. Pengadilan ini dikaitkan dengan skandal miliaran dolar Amerika yang melibatkan dana investasi pemerintah, 1MDB.

Razak, 66 tahun, menghadapi 42 tuntutan pidana terkait skandal 1MDB yang dapat diajukan dalam sejumlah kasus. Kasus pertama terkait dengan dana sekitar USD10 juta yang diduga diselewengkan Najib ke rekening bank pribadinya ini, sekarang dipandang telah melewati tonggak penting karena hakim telah memutuskan jaksa memiliki bukti yang cukup.

Pemerintahan sekarang di bawah Perdana Menteri Mahathir Muhammad memandang ini adalah kasus terkuat mereka. Jika kasus pertama ini mengalami kegagalan, kemungkinan besar akan sulit memproses kasus-kasus berikutnya.

Najib menyatakan diri tidak bersalah terkait dengan tuduhan pencucian uang dan penyalahgunaan kekuasaan. Dia mengatakan kepada pengadilan bahwa dirinya akan menyampaikan pembelaan dirinya pada tanggal 3 Desember.

Mantan PM ini menegaskan dirinya tidak menyadari bahwa dana dari badan investasi pemerintah telah ditransfer ke rekeningnya. Para penyelidik di AS mempercayai bahwa, secara keseluruhan, lebih dari USD4,5 miliar atau Rp 63 triliun dicuri dari 1MDB.

Koalisi Razak dikalahkan dalam pemilihan umum 18 bulan lalu setelah 60 tahun berkuasa. Tuduhan korupsi ini dianggap berperan besar dalam kekalahannya. [BBC/air]

Apa Reaksi Anda?

Komentar