Internasional

Italia Siapkan Langkah Longgarkan Lockdown

Karantina wilayah di Italia berlanjut hingga 3 Mei namun beberapa tempat bisnis telah diizinkan untuk buka kembali. [Foto: AFP/BBC]

Italia berencana melonggarkan karantina wilayah yang diterapkan hampir dua bulan lalu untuk menekan penyebaran virus corona. Italia telah mencatat angka kematian harian terendah sejak pertengahan Maret.

Perdana Menteri Italia, Josepe Conte, mengumumkan langkah-langkah pelonggaran karantina wilayah mulai tanggal 4 Mei
Taman-taman akan dibuka kembali, tetapi sekolah tidak akan mulai hingga September.

Italia telah melaporkan 26.644 kematian terkait virus corona, jumlah kematian tertinggi di Eropa. Negara itu mencatat 260 kematian baru pada hari Minggu, angka harian terendah sejak 14 Maret.

Jumlah kasus telah menurun, dan pihak berwenang percaya tingkat penularan di Italia –jumlah orang yang terinfeksi oleh virus ini –cukup rendah untuk membenarkan kebijakan pelonggaran karantina dengan hati-hati.

Apa yang Sudah Diumumkan?

Conte menguraikan bagaimana Italia akan memulai “Fase Dua” dalam melonggarkan kebijakan lockdown. Langkah-langkah tersebut meliputi:

Pertama, warga akan diizinkan bergerak di sekitar wilayah mereka sendiri – tetapi tidak di antara wilayah yang berbeda; Pemakaman dihadiri maksimal 15 orang, dan idealnya dilakukan di luar ruangan; Atlet individu dapat melanjutkan latihan, dan orang dapat melakukan olahraga tidak hanya di sekitar rumah mereka, tetapi di daerah yang lebih luas; Bar dan restoran akan dibuka kembali untuk pesanan dibawa pulang mulai 4 Mei (tidak hanya layanan pengiriman seperti sekarang), tetapi makanan harus dikonsumsi di rumah atau di kantor.

Selanjutnya, salon, bar dan restoran diharapkan akan dibuka kembali untuk seperti dalam keadaan normal mulai 1 Juni; Toko-toko ritel akan dibuka kembali pada 18 Mei – bersama dengan museum dan perpustakaan; Tim-tim olahraga juga akan dapat mengadakan latihan kelompok mulai 18 Mei.

Belum ada pengumuman tentang kemungkinan liga sepak bola Italia Serie A dilanjutkan, bahkan secara tertutup. Conte menekankan bahwa upaya menjaga jarak sosial perlu dilanjutkan selama beberapa bulan mendatang, dan mengatakan layanan gereja akan tetap dilarang.

Dia mendesak orang-orang untuk menjaga jarak sejauh satu meter. “Jika kita tidak menghargai tindakan pencegahan kurva akan naik, kematian akan meningkat, dan kita akan memiliki kerusakan permanen pada ekonomi kita,” kata perdana menteri.

“Jika kamu mencintai Italia, jaga jarakmu.”
Sejauh ini, lebih dari 24.000 orang telah meninggal dunia karena virus corona di Italia, menurut Universitas Johns Hopkins, yang melacak perkembangan penyakit ini di seluruh dunia.

Namun, karena orang-orang yang meninggal di rumah atau fasilitas perawatan tidak disertakan dalam hitungan nasional, banyak yang percaya tingkat kematian dan infeksi yang sebenarnya bisa jadi lebih tinggi dari angka resmi.

Tonggak Penting

Analisis Mark Lowen, koresponden BBC News di Roma melaporkan, otoritas Italia menyebut angka tersebut “sangat mendorong”. Jumlah orang yang saat ini terinfeksi oleh virus corona telah menurun untuk pertama kali; sebuah tonggak penting, meskipun ada fakta bahwa jumlah tes yang dilakukan lebih sedikit dari hari sebelumnya.

Jumlah kasus total, yang termasuk mereka yang mati dan sembuh, meningkat hingga sedikit di atas 1,2%, peningkatan proporsional terkecil sejak wabah dimulai. Namun terdapat 454 kematian – sedikit naik pada laporan hari Minggu.

Meskipun jumlah infeksi boleh menyebabkan optimisme, tingkat kematian harian tetap tinggi. Angka perawatan intensif juga menunjukkan tren menurun, dengan hunian sekarang berada di level terendah dalam sebulan. Italia sama sekali belum bebas dari Covid-19. Tapi negara itu berada di jalan yang benar — dan sekarang mereka merasa semua pengorbanan mereka terbayar.

Apa yang terjadi di negara-negara Eropa lainnya? Prancis menjadi negara terbaru yang mencatat lebih dari 20.000 kematian terkait virus corona, jumlah yang disebut direktur kesehatan negara itu Jérôme Salomon “simbolis dan menyakitkan”. “Malam ini, negara kita melewati tonggak simbolis yang menyakitkan,” ujarnya.

Berbeda dengan Inggris, Prancis memasukkan kematian di rumah jompo dalam hitungan hariannya. Hingga Senin (20/04/2020), ada 20.265 kematian terkait virus di Prancis — 12.513 di antaranya di rumah sakit dan 7.752 di panti jompo, kata Salomon.

Jerman telah membuka kembali toko-toko kecil, dealer mobil dan toko sepeda, setelah pemerintah melakukan pelonggaran sementara dari karantina wilayah yang diberlakukan hampir sebulan yang lalu. Di Portugal, 138 pencari suaka yang dites positif coronavirus berada dalam karantina, telah dipindahkan dari asrama di Lisbon

Di sisi lain, polisi anti huru-hara di Rusia selatan pada hari Senin dikerahkan untuk membubarkan ratusan orang yang memprotes pembatasan karena virus corona. Demonstran berteriak-teriak di luar markas pemerintah di Vladikavkaz, ibu kota Ossetia Utara

Virus corona telah menyebar ke fasilitas migran ketiga di Yunani — seorang perempuan Somalia berusia 28 tahun yang sedang hamil menjalani isolasi di sebuah hotel di Kranidi yang menampung 470 migran dari sub-Sahara Afrika. Orang lain yang juga tinggal di sana sedang dites. [BBC/air]

Apa Reaksi Anda?

Komentar