Internasional

Iran Tak Akan Lakukan Pembicaraan Bilateral dengan AS

Presiden Iran Hassan Rouhani. [Foto/AP]

Presiden Iran Hassan Rouhani, Selasa (3/9) menyatakan negaranya tidak akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Amerika Serikat (AS).

Berbicara kepada parlemen, Rouhani mengatakan satu-satunya cara perundingan dapat terjadi adalah jika Amerika Serikat mencabut semua sanksinya terhadap Iran, dan bahwa pembicaraan semacam itu akan melibatkan para penandatangan perjanjian nuklir internasional 2015.

Presiden Amerika Donald Trump mundur dari perjanjian itu tahun lalu setelah mengritik keras persyaratan yang disepakati antara Iran dan sekelompok negara yang mencakup Inggris, China, Perancis, Rusia, Jerman dan Uni Eropa.

Trump pekan lalu menyatakan terbuka untuk bertemu dengan Rouhani, dengan mengatakan “ada peluang yang benar-benar baik” mereka dapat melakukan pembicaraan. Pemimpin Amerika itu menginginkan perjanjian yang baru melangkah lebih jauh daripada perjanjian tahun 2015, yang bukan hanya mencakup pembatasan aktivitas nuklir Iran, tetapi juga melarangnya melakukan uji rudal balistik.

Rouhani, Selasa (3/9) menegaskan bahwa Iran ingin negara-negara Eropa berkomitmen membeli minyaknya untuk mengatasi sanksi-sanksi Amerika atau kalau tidak Iran berencana mundur lebih jauh dari perjanjian tersebut.

Iran telah melampaui batas cadangan uranium diperkaya yang bisa dimilikinya serta batas kadar pengayaannya. Iran belum merinci langkah selanjutnya, tetapi opsinya kemungkinan mencakup pengayaan ke kadar lebih tinggi atau mulai menggunakan lagi mesin sentrifugal yang sebelumnya disepakati tidak akan digunakan lagi. [VOA]

Apa Reaksi Anda?

Komentar