Internasional

Ingin Jadi WNI, Warga Asing Harus Jalani ‘Selective Policy’

Bojonegoro (beritajatim.com) – Warga Negara Asing (WNA) yang akan mengajukan permohonan menetap di Indonesia tidak seluruhnya mendapat rekomendasi. WNA yang akan menetap itu harus melewati proses selective policy atau kebijakan selektif Di Kabupaten Bojonegoro, juga sudah ada WNA yang menanyakan persyaratan untuk menetap.

Supervisor Unit Kerja Keimigrasian (UKK) Tanjung Perak Kelas I di Kabupaten Bojonegoro, Meylando Yoga Perdana mengatakan, selektif policy yang diberlakukan artinya hanya warga asing yang bisa membawa manfaat bagi Warga Negara Indonesia, yang bisa diterima. Kalau bermasalah, WNA yang tinggal menetap itu juga akan dideportasi.

“Di UKK Bojonegoro sudah ada yang menanyakan akan pindah kewarganegaraan. Tapi tidak bisa melayani karena keputusan pindah warga negara adalah presiden, jadi langsung diteruskan ke keimigrasian Tanjung Perak,” ujarnya, Minggu (10/3/2019).

Namun, bagi warga asing yang memberikan kontribusi besar terhadap Indonesia, ada naturalisasi khusus. Salah satunya adalah pemain bola. Pemain bola yang berasal dari negara asing mendapat naturalisasi secara otomatis. Selain itu, kata dia, yang bisa menetap biasanya menikah dengan orang Indonesia atau punya keluarga.

Sejauh ini, kata Lando, warga asing yang di Kabupaten Bojonegoro sebagian besar hanya menggunakan Kartu Tinggal Sementara (Kitas). Warga asing yang memiliki Kitas tanggungjawabnya ada pada keluarga atau perusahaan tempat bekerja.

“Yang banyak di Bojonegoro karena bekerja, yakni di industri migas. Ada sekitar 10 warga negara asing,” pungkasnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar