Internasional

Houthi Menyesal Serangannya Tewaskan 44 Imigran di Yaman

Ilustrasi (dok. REUTERS/Stringer)

Sanaa (beritajatim.com) – Kelompok pemberontak Houthi menyampaikan ‘penyesalan mendalam’ atas kematian puluhan imigran dalam kebakaran di Yaman yang dipicu oleh serangan mereka. Houthi mengakui sebuah proyektil yang ditembakkan ke pusat tahanan setempat itu memicu kebakaran yang menewaskan 44 imigran.

Seperti dilansir AFP, Kamis (18/3/202), seorang pejabat senior Houthi menyatakan penyelidikan terhadap insiden 7 Maret itu tengah dilakukan. Houthi yang menguasai wilayah strategis di Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, terlibat konflik selama bertahun-tahun dengan pemerintah Yaman yang diakui internasional.

“Kami menyampaikan penyesalan mendalam kami atas insiden tidak disengaja di pusat tahanan imigran di Sanaa,” ucap seorang pejabat Houthi bernama Hussein Al-Azi, seperti dilaporkan televisi Al-Masirah yang dikelola kelompok pemberontak ini.

“Korbannya (tewas) adalah 44 imigran dan korban luka 193 orang, yang sebagian besar dirawat di rumah sakit, dan ada penyelidikan untuk penyebab insiden ini,” ujarnya.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebelumnya menyerukan penyelidikan independen terhadap kebakaran tersebut, sesaat usai Human Rights Watch (HRW) melaporkan penyebabnya adalah ‘proyektil tak teridentifikasi’ yang ditembakkan Houthi.

“Harus ada penyelidikan independen terhadap penyebab kebakaran,” tegas Utusan PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, kepada Dewan Keamanan PBB.

Dia menambahkan bahwa ‘kebakaran luar biasa dan mengerikan’ telah mengingatkan dunia soal ‘penderitaan komunitas imigran’.

Houthi yang didukung Iran menguasai sebagian besar wilayah Yaman bagian utara, termasuk Sanaa yang direbut dari pemerintah Yaman tahun 2014. Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman, melancarkan operasi militer melawan Houthi yang kini memicu konflik berkepanjangan.

HRW dalam laporannya menyebut puluhan imigran tewas terbakar akibat proyektil tak teridentifikasi yang mengenai pusat tahanan di Sanaa dan memicu kebakaran pada 7 Maret lalu. HRW menyebut proyektil ditembakkan oleh Houthi.

“Para imigran mengatakan proyektil pertama menghasilkan banyak asap dan membuat mata mereka berair dan perih. Proyektil kedua, yang oleh para imigran disebut ‘bom’, meledak dengan keras dan menyulut api,” kata HRW dalam laporannya. [kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar