Internasional

GP Ansor Ponorogo Dukung Presiden Jokowi Kecam Pernyataan Presiden Prancis

Ketua GP Ansor Ponorogo Syamsul Ma'arif (foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Gelombang kecaman terhadap pernyataan presiden Prancis Emmanuel Macron terus terjadi di negara-negara Timur Tengah. Selain itu juga datang dari negara yang mayoritas warganya beragama Islam, tak terkecuali Indonesia yang merupakan negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia. Presiden Joko Widodo menyebut pernyataan presiden Prancis tersebut telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia.

Ketua GP Ansor Ponorogo Syamsul Ma’arif mendukung penuh atas pernyataan beliau yang mengecam keras atas statment yang dikeluarkan oleh presiden Prancis tersebut. Di Indonesia, menurut Syamsul Ma’arif kebebasan berekspresi dibolehkan, namun kebebasan tersebut tidak boleh menyerang, apalagi menghina nilai-nilai sakral dan simbol agama. Apalagi menyangkut nabi Muhammad SAW, yang diyakini umat muslim sebagai manusi terpilih yang penyampaikan ajaran Islam dari Allah SWT.

“Jangankan Kanjeng Nabi SAW, kita sebagai anak, kalau ada orang yang menghina orangtua kita, pasti marah kok. Ini malah menghina makhluk Allah paling mulia se-jagat raya,” kata Syamsul, Senin (2/11/2020).

Syamsul sependapat dengan Presiden Jokowi yang menyatakan kebebasan berekspresi yang menciderai kehormatan dan menghina simbol agama sama sekali tidak dibenarkan dan harus dihentikan. Harusnya, kata Syamsul, saat semua penduduk dunia sedang prihatin atas pandemi Covid-19, Emmanuel Macron tidak berpolemik dengan membuat pernyataan yang menyinggung atau memprovokasi, khususnya dengan umat Islam.

“Dengan membenarkan warganya membuat karikatur Nabi SAW sebagai bentuk kebebasan berekspresi, adalah sebuah penistaan agama,” katanya.

Selama ini pihaknya diajari kiai untuk selalu taat kepada Allah, Rosul dan Pemerintah. GP Ansor Ponorogo juga tidak membenarkan aksi terorisme yang terjadi di Prancis. Namun, mengaitkan agama dengan tindakan terorisme juga sebagai kesalahan besar. Akai terorisme tidak berhubungan dengan agama apapun.

“Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin, yang mengedepankan kasih sayang, bukan kekerasan,” Pungkasnya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar