Internasional

Empat Juta Warga Dunia Terkonfirmasi Covid-19

Para peneliti memperingatkan jumlah kasus Covid-19 yang sebenarnya bisa jadi lebih tinggi imbas dari rendahnya pengetesan virus corona di berbagai negara. [Foto: Getty Images/BBC]

Lebih dari empat juta kasus terkonfimasi Covid-19 telah dilaporkan di seluruh dunia, merujuk data yang dikumpulkan Universitas Johns Hopkins. Jumlah kematian akibat virus corona juga meningkat, melampaui 277.000 orang. Amerika Serikat masih menjadi negara yang paling terdampak, dengan jumlah seperempat dari kasus di seluruh dunia dan sepertiga dari jumlah kematian di seluruh dunia.

Para pakar memeperingatkan jumlah kasus yang sebenarnya kemungkinan lebih tinggi, sebab jumlah pengetesan yang rendah di banyak negara membuat data itu menjadi tidak tepat. Jumlah kematian dalam sehari terus menurun di sejumlah negara, termasuk Spanyol. Namun ada kekhawatiran bahwa relaksasi pembatasan selama karantina wilayah akan menyebabkan “gelombang kedua” kasus-kasus Covid-19. Selain itu, pemerintah bersiap akan kejatuhan ekonomi ketika pandemi menghantam pasar global dan rantai pasokan.

Seorang pejabat senior China mengatakan kepada media lokal bahwa pandemi ini adalah sebuah ujian besar yang menunjukkan kelemahan sistem kesehatan di negara itu. Pengakuan yang jarang terjadi dari Direktur Komisi Kesehatan Nasional China, Li Bin, muncul setelah banyaknya kritik dari luar negeri akan respons awal China terhadap virus tersebut.

Perkembangan Lain di Dunia
Pemerintah Inggris akan melakukan relaksasi pembatasan karantina wilaya dengan “hati-hati”, menurut menteri transportasi negara itu. Presiden China menyatakan kekhawatirannya tentang ancaman virus corona di Korea Utara dan telah menawarkan bantuan.

Mantan presiden AS Barack Obama mengkritik keras Presiden AS Donald Trump atas responsnya terhadap krisis virus corona, menyebutnya sebagai “sebuah bencana yang kacau”.

Jutawan yang juga bos Tesla, Elon Musk, mengatakan dia akan memindahkan markas pembuatan mobil listriknya dari California, karena ketentuan pembatasan lokal di wilayah itu.

Robert Redfield, direktur pusat pencegahan dan kontrol penyakit di Amerika Serikat menjalani isolasi mandiri setelah melakukan kontak dengan seorang yang dinyatakan positif Covid-19, menurut media Washington Post.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro dikritik karena mengendarai jetski di sebuah danau, ketika Kongres mengumumkan tiga hari berkabung nasional bagi para korbam pandemi.

Pejabat kesehatan di Ghana mengatakan lebih dari 500 pekerja di sebuah pabrik industri dinyatakan positif virus corona, sementara total jumlah kasus harian di negara itu melonjak 30% – sehari setelah pihak berwenang mengatakan kasus virus corona sudah mencapai puncak.

Pekan ini, beberapa langkah pembatasan mulai dilonggarkan di Italia, negara yang pernah menjadi episentrum global pandemi ini. Para warga Italia diperbolehkan berolahraga di luar rumah dan mengunjungi kerabat di wilayah mereka.

Prancis melaporkan jumlah kematian harian terendah mereka, dengan 80 orang meninggal selama 24 jam terakhir. Pihak berwenang menyiapkan pelonggaran pembatasan pada Senin, sama seperti di negara tetangga Spanyol.

Sementara itu, karantina wilayah terus berlangsung di negara-negara seperti Afrika Selatan, meski ada desakan dari partai oposisi untuk mengakhirinya. Di Korea Selatan, pembatasan bagi bar dan klub diberlakukan setelah adanya laporan transmisi virus Covid-19 di area pariwisata Seoul.

Rusia membatalkan parade militer di Moskow, yang direncanakan sebagai bagian dari perayaan berakhirnya Perang Dunia II di negara itu. Sebaliknya, Presiden Vladimir Putin memimpin sebuah perayaan yang tenang pada Sabtu (9/5/2020) dengan meletakkan bunga mawar di monumen Eternal Flame. Namun, terlepas dari bukti ilmiah, para pemimpin beberapa negara terus menyatakan skeptis tentang virus dan perlunya karantina wilayah.

Di Belarus, ribuan tentara berbaris untuk merayakan Hari Kemenangan, ketika Presiden Alexander Lukashenko menolak seruan untuk tindakan lebih keras. Jurnal medis Inggris The Lancet telah menulis editorial pedas tentang Presiden Brasil Jair Bolsonaro, menyebutnya ancaman terbesar bagi kemampuan negaranya untuk menahan penyebaran virus corona.

Brasil saat ini melaporkan jumlah kasus tertinggi di Amerika Latin – lebih dari 10.000 kasus pada hari Sabtu, menjadikan total kasus nasional hampir 156.000. Namun terlepas dari wabah itu, Presiden Bolsonaro terus meremehkan keparahan virus dan berselisih dengan para gubernur terkait tindakan karantina wilayah.

Frustrasi tentang wabah itu berubah menjadi kekerasan di Afghanistan, dan setidaknya enam orang tewas dalam bentrokan antara pemrotes dan pasukan keamanan. Kekerasan dimulai setelah para demonstran berkumpul di Firozkoh, ibukota Provinsi Ghor, untuk memprotes pemerintah yang dianggap gagal membantu orang miskin selama pandemi. [BBC/air]

Apa Reaksi Anda?

Komentar