Internasional

China Minta AS Tutup Kantor Konjen di Chengdu

Warga China berkerumun di luar kantor konsulat AS di Chengdu, Minggu (26/7/2020). [Foto: AFP/Getty Images/BBC]

Chengdu–Relasi  Amerika Serikat (AS) dengan China makin memanas. Otoritas China meminta seluruh pimpinan dan stad Konjen AS di Chengdu China untuk menutup kantornya. Mereka diminta meninggalkan Chengdu pada Senin (27/7/2020).

Hal itu dilakukan  setelah otoritas AS menahan tiga ilmuwan militer China dan meminta China menutup kantor Konjen di Houston AS. Karena pengumuman itu, staf Konjen AS di Chengdu mengemasi barang, membawa kotak-kotak arsip, dan sejumlah kantong sampah. Selama proses pengosongan berlangsung, petugas keamanan China memperketat penjagaan di luar bangunan Konjen AS di Chengdu.

Mengutip laporan BBC, Senin pagi WIB, puluhan polisi berseragam maupun tanpa seragam berbaur dengan warga melihat pengosongan kantor konsulat dari jalanan. Beberapa pejalan kaki juga ada yang mengibarkan bendera China dan berswafoto.

Perintah penutupan kantor konsulat AS di Chengdu merupakan reaksi Beijing terhadap AS yang melakukan aksi serupa terhadap konsulat China di Houston, pekan lalu. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump (kanan) dan pemerintah China di bawah Presiden Xi Jinping beberapa kali berseteru mengenai beberapa topik. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengatakan Washington memutuskan bertindak karena Beijing “mencuri” kekayaan intelektual.

Juru bicara Kemenlu China, Wang Wenbin, menanggapi tuduhan itu dengan mengatakan langkah AS didasasari pada “kumpulan kebohongan anti-China”.

Media pemerintah China menampilkan tayangan truk-truk kontainer meninggalkan gedung konsulat AS. Sejumlah pekerja juga tampak mencopot plakat yang menandakan gedung itu adalah konsulat AS. Sejumlah polisi meminta mereka yang menonton pengosongan untuk menjauh mengingat warga berkerumun di luar kantor konsulat.

Yang menarik dari penutupan Konjen AS di Chengdu adalah mayoritas dari 200 pegawai konsulat AS di Chengdu adalah pegawai lokal. Suara sorakan terdengar ketika sebuah bus berkaca gelap meninggalkan gedung pada Minggu (26/07), sebut kantor berita AFP. Hal itu mengingatkan peristiwa ketika para diplomat China meninggalkan gedung konsulat di Houston untuk terakhirnya kalinya mereka disoraki sejumlah demonstran.

Konsulat AS di Chengdu—didirikan pada 1985—mewakili kepentingan AS di bagian barat daya China, termasuk daerah otonomi Tibet yang terdapat tekanan untuk merdeka. Dengan sektor jasa dan industri yang berkembang, Chengdu dipandang AS sebagai daerah yang sarat peluang untuk ekspor produk pertanian, otomotif, dan mesin.

Setelah gedung itu ditutup, AS menyisakan empat konsulat dan satu kedutaan di daratan China. AS masih memiliki satu konsulat lainnya di Hong Kong, bekas koloni Inggris. Sedang China masih punya empat konsulat dan satu kedutaan di AS setelah konsulat di Houston ditutup. [BBC/air]





Apa Reaksi Anda?

Komentar