Iklan Banner Sukun
Internasional

Bikin Jengkel, Beli Teh di Kereta Rp3.800 Tapi Musti Bayar Rp14 Ribu

Surabaya (beritajatim.com) – Harga makanan dan minuman di kereta mungkin wajar jika lebih mahal dibandingkan dengan di rumah makan. Meski begitu, tentu makanan dan minuman itu dijual dalam satu harga, tidak seperti fakta satu ini.

Seorang penumpang kereta di India dibuat terkejut saat membeli teh. Dia harus membayar lebih banyak ketimbang harga yang ditetapkan untuk satu gelas teh hangat.

Untuk satu gelas teh, harga yang dibanderol adalah 20 rupee, setara Rp3.800. Tetapi, penumpang ini harus bayar 70 rupee atau Rp14 ribu lantaran harus bayar biaya layanan sebesar 50 rupee atau sekitar Rp9.500.

Orang itu pun membagikan kisahnya ke Twitter dan membagikan gambar tagihan untuk teh itu. Penumpang yang bepergian dengan kereta Bhopal Shatabdi dengan rute operasi antara Delhi dan Bhopal pada 28 Juni, berbagi foto yang berisi dua faktur pajak masing-masing satu teh.

“GST Rs50 untuk teh senilai Rs20. Secara keseluruhan, teh bernilai Rs70. Bukankah itu hasil curian yang luar biasa?” mereka menulis.

Menurut penumpang, mereka mengajukan serangkaian keluhan ke IRCTC yang menyediakan layanan katering di kereta api. Namun, keluhan itu tidak digubris.

Tetapi, seorang pengguna media sosial mengoreksinya dan mengatakan itu bukan GST, hanya biaya layanan yang dikenakan.

Orang-orang terkejut dengan harga teh dan banyak yang mengatakan bahwa biaya layanan Rs50 untuk secangkir teh terlalu banyak.

Sesuai India Today, mengutip pejabat kereta api, tidak ada uang tambahan dari pelanggan. Bahkan, para pejabat telah memberikan alasan yang sama.

Indian Railways menjelaskan alasannya pada surat edaran yang dikeluarkan pada 2018 dengan tegas menyatakan ketika penumpang tidak memesan makanan saat melakukan reservasi di kereta api seperti Rajdhani atau Shatabdi, maka biaya layanan sebesar Rs50 harus dibayarkan. Ini berlaku setiap kali membeli teh, kopi, atau makanan selama dalam perjalanan.

Layanan makanan sebelumnya adalah wajib di kereta seperti Rajdhani atau Shatabdi, tetapi pada tahun 2017, layanan ini menjadi opsional. Selama pemesanan tiket melalui IRCTC, penumpang sekarang dapat memilih untuk memesan dari fasilitas katering karena ada tiga pilihan makanan — vegetarian, non-sayuran, dan tanpa makanan. [adg/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar