Internasional

Krisis Venezuela

Bantuan AS: No, Bantuan Rusia: Yes

Pasokan bantuan kemanusiaan dilarang masuk Venezuela. [Foto: Reuters/BBC]

Caracas (beritajatim.com) – Pemerintah Venezuela telah melarang masuk ratusan ton bantuan kemanusiaan dari berbagai negara, tapi ternyata tidak semua bantuan internasional ditolak. Truk-truk yang berisi pasokan bantuan dari Amerika Serikat, Brasil, dan Kolombia dilarang masuk ke wilayah Venezuela.

AS, yang mendukung pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido, mengatakan, mereka menawarkan bantuan kemanusiaan sebesar USD 20 juta atau setara dengan Rp 282 miliar.

Sebagaimana dilansir BBC, Presiden Maduro menyangkal terjadinya krisis kemanusiaan dan mengatakan upaya bantuan yang dipimpin AS adalah bagian dari rencana untuk mengganggu pemerintahannya.

Meski begitu, tidak semua bantuan kemanusiaan internasional ditolak. Pemerintah Venezuela memuji Rusia, sekutu presiden Nicolás Maduro, karena mengirim bantuan dan mengatakan 300 ton bantuan telah diangkut ke Venezuela.

Ada juga sejumlah organisasi kemanusiaan internasional yang bekerja di dalam negara Venezuela. BBC Reality Check melihat bantuan apa yang diterima dan bagaimana barang-barang itu digunakan.

Bantuan tersebut, termasuk makanan, barang-barang untuk keperluan sanitasi, dan peralatan medis, diminta oleh Guaido, yang menyatakan dirinya sebagai presiden sementara bulan lalu.

Pekan lalu, Maduro mengumumkan bahwa Rusia mengirim 300 ton makanan dan pasokan medis ke Venezuela. Barang-barang itu, katanya, akan tiba pada 20 Februari. Tetapi, saat dikonfirmasi BBC News, pemerintah Venezuela tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang isi bantuan maupun dokumentasi pengiriman bantuan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa dia tidak memiliki informasi terkait pengiriman bantuan itu, tetapi dia akan mencari tahu. BBC News juga meminta informasi kepada pemerintah Rusia tentang status paket bantuan, tetapi tidak mendapat jawaban.

Namun, Organisasi Kesehatan Pan-Amerika, yang bekerja dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), merilis informasi tentang pasokan medis yang dikirim oleh Rusia. Pengiriman bantuan sebanyak 7,5 ton sudah tiba pada 21 Februari. Pengiriman serupa dilakukan pada April 2018. WHO mencatat pengiriman 50 ton obat-obatan dari negara-negara asing tahun lalu.

Bantun kemanusiaan apa yang sedang berlangsung di Venezuela? Organisasi-organisasi kemanusiaan yang bekerja di Venezuela mengatakan negara itu sangat kekurangan barang medis. Negara itu kekurangan 85% obat-obatan yang dibutuhkannya, menurut Federasi Farmasi Venezuela.

Layanan Pelacakan Finansial (FTS) PBB, yang mengumpulkan data global tentang pendanaan kemanusiaan, mencatat dana sebesar $ 24 juta (Rp 3,3 triliun) untuk Venezuela pada tahun 2018. Badan-badan yang mengalokasikan paling banyak uang untuk Venezuela antara lain WHO, UNICEF, dan Dewan Pengungsi Norwegia.

Dana ini termasuk sekitar USD 9 juta (Rp 127 miliar) yang dikumpulkan melalui dana tanggap darurat PBB untuk proyek-proyek peningkatan gizi yang diawasi oleh badan-badan internasional seperti UNHCR, badan pengungsi PBB, dan WHO.

Tahun ini, sejumlah USD 15 juta (Rp 211 miliar) telah disumbangkan, menurut database PBB. Sejak November, badan-badan PBB telah meningkatkan kegiatan untuk memenuhi “kebutuhan akan kesehatan, nutrisi dan perlindungan”, kata seorang perwakilan dari Kantor PBB untuk Koordinasi Bantuan Kemanusiaan (UNOCHA). Sekitar setengah dari uang yang dibutuhkan untuk mendanai proyek itu telah dikumpulkan sejauh ini.

Komisi Eropa adalah donor terbesar bagi organisasi yang bekerja di Venezuela pada tahun 2018, menurut data yang ada. Komisi ini telah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Venezuela sejak 2016. Komisi Eropa berfokus pada proyek-proyek untuk meningkatkan akses warga Venezuela ke makanan dan nutrisi, air, kebersihan dan sanitasi.

Juni lalu, pihaknya mengumumkan paket sebesar € 35 juta (Rp 562 miliar) yang antara lain akan disalurkan untuk dana darurat dan program untuk melindungi orang-orang yang kehilangan tempat tinggal di negara-negara sekitar.

Pada bulan Desember, Komisi kembali mengumumkan paket bantuan darurat sebesar € 20 juta (Rp 321 miliar) dan rencana dana tambahan sebesar € 5 juta (Rp 80 miliar) sudah diumumkan tahun ini. [BBC/air]



Apa Reaksi Anda?

Komentar