Internasional

KJRI Jeddah dan PPMI Gelar Penyambutan Mahasiswa Baru dan Rakor Bersama

45 Mahasiswa Terima Beasiswa Kuliah di Arab Saudi

Thaif (beritajatim.com) — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menyelenggarakan Welcoming Ceremony bagi mahasiswa baru sekaligus rapat koordinasi (rakor) dengan perwakilan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PMII) dari Universitas King Abdulaziz Jeddah, Universitas Umul Qura Mekkah dan Universitas Thaif.

Kegiatan yang berlangsung Jumat, 29 November 2019 di Kota Thaif dibuka oleh Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Dr. Mohamad Hery Saripudin.

Dihadapan 45 peserta yang mewakili tiga universitas, Konjen RI berpesan bahwa kesempatan belajar di Arab Saudi dengan beasiswa merupakan nikmat yang harus disyukuri.

“Kalian ini termasuk orang yang beruntung. Tidak semua orang bisa melanjutkan S-1 apa lagi di luar negeri, apalagi di tanah haram, apa lagi tidak bayar. Jangan sia-siakan,” pesan Konjen.

Oleh karena itu, Konjen mendorong agar para mahasiswa benar-benar memanfaatkan nilai lebih belajar di luar negeri, tidak saja di bangku kuliah tapi juga di luar kampus dengan berinteraksi dengan orang-orang sekitar yang datang dari berbagai negara. Tujuannya untuk memperluas pergaulan dan memahami nilai-nilai budaya dan semua aspek kehidupan di Arab Saudi.

“Dengan pengalaman berinteraksi dengan orang lain yang mempunyai sudut padang yang berbeda-beda, percayalah itu akan memperkaya wawasan kita. Bukalah horizon. Kita jangan membetulkan diri kita sendiri, dan jangan mudah menyalahkan orang yang punya perspektif atau pandangan lain,” ucapnya.

Konjen menambahkan, mahasiswa itu adalah calon elit di bidangnya masing-masing. Oleh sebab itu, dia harus mempersiapkan diri tidak hanya kecerdasan intelektual, tapi juga kecerdasan sosial, emosional dan spiritual.

Kaum cendekia itu selain berpikiran terbuka (open-minded) juga mempunyai tiga nilai yang disingkat BOT (Baca atau belajar, Omongkan atau dialogkan agar terjadi interaksi ide atau pemikiran, dan Tulis apa yang telah didialogkan).

“Publish or perish, terbitkan atau lenyap begitu saja. Tulis agar menjadi warisan bagi generasi berikutnya dan mungkin bisa jadi amal jariah bagi penulisnya,” lanjut Konjen.

Konjen menantang mahasiswa sebagai kaum elit yang secara fungsional merupakan duta-duta Indonesia untuk menjadi agent of soft diplomacy, yaitu mengemban misi mengubah citra negatif Indonesia di Arab Saudi dan menjadi jendela bagi Warga Saudi dalam melihat Indonesia.

Kegiatan juga diisi dengan sosialisasi dan bimbingan kekonsuleran yang disampaikan oleh Dr. Ahmad Syofian. Pelaksana Fungsi Konsuler-2 merangkap Kepala Kanselerai ini mengawali pemaparannya dengan selayang pendang tentang KJRI Jeddah sebagai citizen service mission.

Dalam materinya, Syofian menyisipkan berbagai kasus yang ditangani oleh KJRI Jeddah, termasuk beberapa kasus yang menimpa mahasiswa, hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama mahasiswa berada di Arab Saudi. Mahasiswa diajak berhati-hati dan bijak dalam bertukar Informasi dan bertransaksi secara elektronik yang diawasi secara ketat di Arab Saudi.

Mahasiswa juga diimbau agar melakukan lapor diri untuk memudahkan KJRI dalam memberikan pelayanan dan perlindungan.

Dalam sesi dialog, Pelaksana Fungsi Pensosbud-1 Agus Muktamar mendorong mahasiswa untuk bersinergi dengan KJRI dalam penjajakan kerja sama antara universitas tempat mereka belajar dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Sebaliknya, mahasiswa meminta bantuan KJRI Jeddah untuk menyampaikan kepada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ( LPDP) di Jakarta, agar para mahasiswa yang belajar dan berniat belajar ke Arab Saudi dimasukkan dalam daftar penerima beasiswa, terutama pada program lima ribu doktor yang diselenggarakan Kemenag.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan mahasiswi menyampaikan bahwa beberapa tahun belakangan pihaknya diberikan ruang yang lebih luas untuk terlibat dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan, pengabdian masyarakat melalui roadshow ke sekolah-sekolah untuk berbagi kisah tentang perempuan muslimah cemerlang dalam sejarah, kegiatan bansos, berbagi wawasan tentang tibbun nabi (pengobatan ala Nabi), penyusunan buku, olahraga untuk muslimah yang meliputi renang, bulutangkis dan panahan, menyusun jurnal dan mengembangkan kajian serta menyebarkan informasi secara online.

Lebih dari seribu mahasiswa Indonesia kini belajar di sejumlah universitas di wilayah kerja KJRI Jeddah, yaitu Jeddah, Mekkah, Madinah, Thaif, Abha, Jizan dan Tabuk. [but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar