Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Yakin Kasusnya Masuk Keperdataan, Advokat Masbuhin Ajukan Gugatan Pre-Judiciel Geschill

Surabaya (beritajatim.com) – Perkara tindak pidana pemalsuan surat dalam akta otentik yang saat ini ditangani Penyidik Unit IV Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Jatim mendapat perlawanan dari terlapor melalui kuasa hukumnya Masbuhin.

Perlu diketahui, penyidik Unit IV Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Jatim mendapat laporan dari Djie Widya Mira Chandra melalui kuasa hukumnya Andry Ermawan. Dalam laporannya, Andry menduga kuat adanya pemalsuan surat dan akta otentik dalam proses peralihan hak atas aset yang dimiliki oleh Tjahja Limanto ke Janny Wijono tidak sah dan menyebabkan kliennya merugi hingga Rp 100 miliar.

Namun, Masbuhin selaku kuasa hukum Janny Wijono menyebut bahwa lapora yang diajukan Andry tersebut hanya mengulang dari perkara perdata yang diajukan pelapor yang mana saat itu sebagai penggugat dengan nomer perkara 1135/Pdt.G/2019/PN.Sby. “Dan pelapor di tingkat pertama dan kedua selalu kalah, sekarang dalam tahap kasasi,” ujar Masbuhin dalam jumpa persnya.

Atas dasar itulah lanjut Masbuhin, pihaknya mengajukan gugatan Pre-Judiciel Geschill di Pengadilan Negeri Surabaya. Adapun pihak tergugat adalah Djie WidyaMira Chandra dan terhadap Penyidik Unit IV Subdit II Harda Bangtah Polda Jatim.

Masbuhin menjelaskan, gugatan Pre-Judiciel Geschill ini telah terdaftar secara resmi dalam sistem E-Court PengadilanNegeri Surabaya dan telah terregister dalamperkara Nomor : 1035/Pdt.G/2021/PN.Sby.

Gugatan Pre-Judiciel Geschil ini terpaksa dilakukan, setelah surat pemberitahuan yang disampaikan kepada Penyidik bahwa perkara yang dilaporkan oleh Pelapor kepada Polisi ini, baik subyek hukum dan obyeknya sama semua dengan gugatan perdata yang dibuat oleh Pelapor dan selalu kalah, serta Pelapor masih dalam proses sengketa keperdataan di Mahkamah Agung RI dalam tingkat Kasasi.

“Dengan bahasa lain, gugatan Pre-JudicielGeschill yang kami lakukan ini adalah untuk membuktikan perselisihan berupa Pra-yudisial (Prejudiciel Geschill), dengan lahirnya laporan Polisi bernomor : LPB/123/III/RES.1.9/2021/UM/SPKT Polda Jatim pada 02 Maret 2021 atas nama Pelapor Djie Widya Mira Chandra atau Tergugat in casu dengan tuduhan telah melakukan TindakPidana Pemalsuan Surat dan atau MenempatkanKeterangan Palsu kedalam akta otentik sebagaimanadimaksud dalam Pasal 263 KUHP dan atau 266 KUHP,” beber Masbuhin.

Sementara disisi lain, Pelapor juga telah mengajukan sengketa keperdataan terakait dengan kepemilikan dan keabsahan jual beli tanah milik ayah Pelapor yang terjadi ketika ayah Pelapor masih hidup, sengketa yang mana masih dalam proses Pengajuan Kasasioleh Pelapor di Mahkamah Agung RI.

“Untuk itu kami ingin menguji secara keperdataan dengan melakukan gugatan Pra-yudisial (Prejudiciel Geschil) agar penyidik mempertangguhkan penuntutan untuk sementara karena ada perselisihan tentang hukum yang harus diputuskan lebih dulu, kemudian mempertangguhkan gugurnya penuntutan untuk sementara,” beber Masbuhin.

Terpisah Kasubdit IV Harda Polda Jatim Kompol Hidayat menyatakan apa yang saat ini dimohonkan pihak kuasa hukum Terlapor itu menjadi masukan penyidik lebih lanjut. “Itu aturan MA untuk para hakim agar tidak menyidangkan kasus tertentu bilamana ada sengketa perdata misalnya hak milik tanah,” ujarnya, Jumat (22/10/2021). [uci/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar