Hukum & Kriminal

Waspada, Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil Mulai Rambah Madura

Mobil korban maling pecah kaca di Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Peristiwa pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil yang terjadi di Sumenep, sempat mengejutkan masyarakat. Pasalnya, modus semacam itu terhitung baru di Madura.

“Pencurian bermodus memecahkan kaca mobil dengan serbuk busi itu memang relatif baru di Madura. Di Sumenep baru pertama kali kemarin itu terjadi. Kalau di Jawa ya sudah sering modus begitu. Saya beberapa kali menangani kasus seperti itu,” kata Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Tego S. Marwoto, Rabu (28/08/2019).

Pencurian dengan modus pecah kaca mobil itu menimpa Syaifullah, warga Kangayan, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep. Uang tunai Rp 100 juta yang ada di dalam mobilnya digasak pelaku saat korban masuk ke toko bangunan di Jl. Imam Bonjol, Pamolokan. Mobil Suzuki Ertiga warna putih Nopol : M-1870-VM milik korban itu diparkir di pinggir jalan dekat toko.

Usai melakukan aksinya, pelaku yang berjumlah dua orang itu kabur. Beruntung pelaku berhasil ditangkap meski harus dilumpuhkan dengan tembakan.

Kedua tersangka itu masing-masing bernama Ali Idrus alias Sumbing, warga Kecamatan Plaju, Kabupaten Palembang, Sumatera Selatan, dan Moh. Sholeh, warga Kecamatan Traga, Kabupaten Bangkalan.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku sudah dua kali melakukan pencurian dengan modus serupa, yakni di Sumenep dan di Sampang. Di Sampang, pelaku melakukan aksinya di depan SMP Torjun Sampang dengan kerugian Rp 52 juta.

“Eksekutornya ini menggunakan serbuk busi untuk memecahkan kaca. Serbuk busi itu sifatnya merapuhkan atau meremukkan kaca. Jadi setelah remuk, kaca bisa langsung didorong dengan mudah dan menjadi serpihan-serpihan,” ucapnya.

Karena itu, ia mewanti-wanti masyarakat untuk selalu waspada dan tidak meninggalkan barang-barang berharga di mobil.

“Hand phone, laptop, atau barang-barang berharga lainnya, jangan ditinggal di dalam mobil. Begitu juga dengan uang tunai. Sebaiknya jangam dibiarkan di dalam mobil, karena kejahatan pecah kaca mulai merambat ke Madura,” ungkapnya. [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar