Hukum & Kriminal

Waspada! Kasus Pencurian di Bojonegoro Masih Tinggi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kasus pencurian di wilayah hukum Polres Bojonegoro masih tinggi. Baik pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, maupun pencurian biasa. Sebagian besar kasus pencurian terjadi karena pelaku menginginkan hal yang lebih dari yang dimilikinya.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengungkapkan kasus pencurian terjadi sebagian besar dilakukan oleh pelaku yang memiliki latar belakang pekerjaan serabutan. Sehingga, hasil barang curiannya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. “Untuk kebutuhan, sehingga sudah ada niat dan kesempatan,” ujarnya, Sabtu (6/4/2019).

Meski demikian, Kapolres menilai masih banyaknya kasus pencurian bukan hanya disebabkan akibat kesenjangan ekonomi yang terjadi di masyarakat. “Kesenjangan ekonomi belum menjadi faktor utama, rata-rata pelaku juga ekonomi keatas. Sebagian besar karena faktor niat untuk mendapatkan lebih,” jelasnya.

Pada tahun 2018, kasus pencurian di wilayah hukum Polres Bojonegoro menjadi ancaman kriminalitas tiga tertinggi yakni pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Data pada 2018, kasus curas yang ditangani Polres Bojonegoro sebanyak 11 kasus, sementara 2017 sebanyak 10 kasus. Untuk kasus curat, sebanyak 120 kasus dan 2017 sebanyak 109 kasus. Sedangkan kasus Curanmor 2018 ada 65 kasus dan 2017 sebanyak 99 kasus. Ancaman kriminalitas di 2018 sehingga masih rawan pada tahun 2019.

Diketahui, pada Jumat 15 April 2019 Satreskrim Polres Bojonegoro berhasil mengamankan dua remaja pelaku pencurian dengan kekerasan yang dilakukan pada Kamis (14/4/2019) lalu di Jalan Ahmad Yani, Desa Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro. Kedua tersangka inisial JS (21) dan RD (20) keduanya warga Kecamatan Sekar, Bojonegoro.

Kedua pelaku melakukan aksinya dengan cara mengendarai motor dengan berboncengan. Setelah mendapat target korban, maka pelaku akan memepet korban yang juga mengendarai sepeda motor. Setelah calon korbannya sudah terpepet, tersangka langsung mengambil barang milik korban dan kabur.

“Kedua pelaku sudah melakukan pencurian dengan kekerasan (jambret) sebanyak lima kali,” ujar Ary Fadli. Tersangka terancam Pasal 365 Jo Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

Pada Jumat lalu, seorang pelaku curanmor juga dihajar massa. Pelaku berinisial PD warga Desa Montongsekar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban sekitar pukul 06.30 WIB dihajar massa karena kedapatan sedang mencuri sepeda motor. Peristiwa itu terjadi di Desa Drajat, Kecamatan Baureno.

Pelaku diketahui mencuri sepeda motor milik Marsining (41) sepeda motor jenis Honda Supra X bernomor polisi S 4086 CA. Saat itu motor korban sedang diparkir di dekat pasar dan lupa mengambil kunci kontak. “Pelaku saat ini belum bisa dimintai keterangan karena masih sakit akibat dihajar massa. Setelah kondisinya membaik, baru akan diperiksa,” pungkasnya. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar