Hukum & Kriminal

Wartawan Korban Pengeroyokan Lapor ke Polres Bojonegoro

Wartawan Korban Pengeroyokan
Wartawan yang menjadi korban pengeroyokan massa di Bojonegoro lapor polisi. (Foto: Tulusno Budi Santoso/beritajatim.com)

Bojonegoro (beritajatim.com)Wartawan korban pengeroyokan melapor ke Polres Bojonegoro. Mereka melaporkan ulah segerombolan massa saat melakukan konvoi.

Dua wartawan korban pengeroyokan berharap polisi segera memproses dan menangkap pelaku. Laporan dua wartawan yang menjadi korban dilayangkan pada Jumat malam (6/1/2023).

“Jangan sampai kejadian kekerasan ini menjadi pemakluman karena dilakukan oleh kelompok massa tertentu,” ujar Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro, Dedi Mahdi saat mendampingi korban, Sabtu (7/1/2023).

Dedi menegaskan, AJI Bojonegoro terus mengawal kasus pengeroyokan massa saat melakukan konvoi di Bojonegoro. Kasus pengeroyokan terhadap wartawan, lanjut dia, menjadi preseden buruk terhadap proses demokrasi.

“Jangan sampai polisi sebagai perwakilan Negara kalah dengan intimidasi yang dilakukan massa saat melakukan tindak kriminal tersebut,” tegasnya.

Untuk diketahui, dua wartawan korban pengeroyokan massa yang diduga dari salah satu perguruan silat di Kabupaten Bojonegoro itu yakni Misbahul Munir dari media siber jatimnow.com dan Mohamad Rizki dari blokbojonegoro.com.

Akibat kejadian tersebut kedua wartawan itu mengalami memar di beberapa bagian tubuhnya, baik wajah, perut hingga dada. Saat itu, kedua wartawan tersebut sedang mengambil foto dan melakukan peliputan konvoi massa di Bundaran Adipura.

Selain melakukan pengeroyokan terhadap dua wartawan di Bojonegoro, massa juga membuat rusuh di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu turut Gang Masjid Al Ilyas, Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis malam (5/1/2023).

Dari kejadian itu, polisi mengamankan satu orang pelaku, berinisial NA Warga Kecamatan Kalitidu. Pelaku diamankan polisi pada Jumat (6/1/2023) di rumahnya sekitar pukul 03.00 WIB. Sementara satu korban, Choirul Misbah (20) warga Desa Bangilan Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro alami luka-luka.

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad mengatakan, selain mengamankan pelaku Satreskrim Polres Bojonegoro juga mengamankan beberapa alat bukti, yakni pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian dan sebilah senjata tajam berupa golok yang diduga digunakan saat melakukan aksinya.

“Pagi tadi, penyidik kami berhasil mengamankan terduga pelaku penganiayaan yang terjadi di Gang Masjid Al Ilyas Desa Panjunan. Pelaku diamankan di rumah beserta barang bukti,” ujarnya. [lus/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar