Hukum & Kriminal

Warga Semampir Surabaya Dihadiahi Timah Panas Polsek Cerme Gresik

Gresik (beritajatim.com)– Aparat Reskrim Polsek Cerme, Gresik, melakukan tindakan tegas terhadap pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), dan pembobolan rumah. Pelaku Kembar Suhartono (33) alias Gendut, hanya bisa meringis kesakitan setelah kaki kanannya dihadiahi timah panas oleh petugas.

Kembar Suhartono warga asal Semampir Surabaya terpaksa ditembak kakinya. Pasalnya, pelaku melawan petugas ketika hendak ditangkap. Selain menangkap pelaku tersebut. Petugas juga meringkus Budiono (37) yang beralamat di Rusunawa Romo Kalisari, Surabaya.

Sebelum tertangkap, kedua pelaku telah melakukan aksinya dengan mencuri motor Honda New PCX milik warga Desa Padeg, Kecamatan Cerme, Gresik yang diparkir di warung kopi. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta.

Usai mencuri motor, kedua pelaku melakukan aksinya lagi. Kali ini membobol Toko Roti Lili milik warga Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Gresik. Selanjutnya korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Cerme.

Mendapat laporan kasus pencurian tersebut, petugas Reskrim Polsek Cerme melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil rekaman CCTV milik korban. Petugas mendapat gambaran. Salah satu pelaku mempunyai ciri-ciri bertubuh gemuk, dan berumur sekitar 30 tahun serta melakukan aksi kejahatannya diatas pukul 02.00 hingga 04.00 WIB. Selanjutnya, petugas mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di warung Kopi Desa Morowudi Kecamatan Cerme.

Tidak ingin buruannya lepas, petugas langsung melakukan penangkapan. Namun, pelaku Kembar Suhartono malah melawan petugas. Sehingga, petugas melepaskan tembakan di kaki kanan pelaku lalu tersungkur. Mengetahui ada rekannya yang tertangkap. Pelaku yang lain yakni Budiono keder dan tanpa perlawanan langsung diringkus petugas.

Kapolsek Cerme AKP Iwan Poerwanto membenarkan pihaknya telah menangkap kedua pelaku spesialis curanmor dan pembobolan rumah.

“Kasus ini masih kami terus kembangkan. Sebab, kedua pelaku tindak hanya melakukan tindak kejahatan di wilayah Cerme saja. Tapi, juga di wilayah kecamatan lain,” ujarnya, Senin (2/09/2019).

Iwan menambahkan, tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain. Pasalnya, sewaktu menjalani pemeriksaan pelaku membenarkan menjalankan aksinya berpindah-pindah tempat.

“Kami juga berkordinasi dengan polsek lain. Sebab, ada kemungkinan kedua pelaku memiliki jaringan tindak kejahatan,” tandasnya. [dny/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar