Hukum & Kriminal

Warga Nekad Mudik Berbagai Modus, Polisi: Jangan Harap Bisa Lolos!

Surabaya (beritajatim.com) – Meski larangan mudik terus digencarkan petugas, namun masih banyak masyarakat yang nekad dengan menggunakan berbagai modus.

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Budi Indra Dermawan mengatakan di titik check point yang disiapkan, pihaknya menemui banyak modus yang digunakan masyarakat. Salah satu modus yang digunakan yakni bus dari Ngawi menuju ke Jawa Tengah dengan dalih hendak memperbaiki AC. Namun saat dicek, bus tersebut ternyata mengangkut penumpang.

“Ada Bus dari Ngawi alasannya mau memperbaiki AC, tapi bawa penumpang, akhirnya penumpangnya dikembalikan ke Ngawi,” ungkap Budi di Mapolda Jatim, Jumat (15/5/2020).

Sementara modus lain yang kerap dilakukan pemudik misalnya menggunakan kendaraan pribadi. Seringkali, mereka mencari celah petugas di check point. Namun, Budi menegaskan jangan harap pemudik bisa lolos karena pihaknya melakukan penjagaan ketat selama 24 jam.

“Ada yang dengan kendaraan pribadi, dia mencari celah kelengahan petugas di lapangan, penyekat sini lewat, mereka nyoba lewat. Tapi pasti akan kena itu karena kan 24 jam anggota,” imbuhnya

Selain itu, Budi menyebut ada pula pemudik yang bersembunyi dengan memasuki truk. Namun, Budi menambahkan modus-modus ini sudah dihafal polisi. Dia mengatakan pihaknya kerap berdiskusi dengan Polda lain untuk bertukar informasi terkait modus apa saja yang dilakukan di daerah lain. “Ada yang masuk ke truk. Kita juga tanya ke kabupaten provinsi yang lain apa saja modusnya jadi saling menukar informasi,” lanjut Budi.

Tak hanya itu, Budi menceritakan ada juga modus masyarakat yang beralasan menengok orang tua yang meninggal dunia. Kejadian ini terjadi di Madura beberapa waktu lalu.

“Kemarin ke Madura (kendaraan travel) isinya 12 orang sama anak-anak kecil semua tanpa pakai masker. Bayangin dia di dalam mobil terjadi sirkulasi udara seperti itu. Bilangnya mau menengok orang tua meninggal, kita minta mana surat keterangannya. Akhirnya sama Bangkalan dan Tanjung Perak diberikan masker, dikasih hand sanitizer, disemprot disinfektan dan diantar pakai mobil polisi. Jadi kita ndak menelantarkan mereka lah,” pungkas Budi. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar