Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Warga Laporkan Investasi Bodong Pengasuh Pondok Pesantren di Probolinggo

Warga yang melapor ke Polres Probolinggo

Probolinggo (beritajatim.com) – Lima orang warga asal Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo mendatangi Polres Probolinggo. Mereka mengaku sebagai korban dari investasi bodong melalui aplikasi yang bernama GIC yang diduga milik Maftuhin pengasuh salah satu Pondok Pesantren di Desa Sambirampak Lor Kecamatan Kotaanyar Kabupaten setempat. Sementara itu, Maftuhin mengaku bukan pemilik aplikasi GIC.

Syifa (57) salah satu korban mengatakan bahwa Rp.10 juta uangnya hangus karena diinvestasikan ke aplikasi GIC tersebut.

Pertama ia mengenal aplikasi itu dari teman kerjanya yang juga menjadi korban. Pada awal mulanya ia mencoba melakukan investasi sebesar Rp.200 ribu. Terbukti pada bulan berikutnya saldonya bertambah dua kali lipat dan langsung bisa dicairkan.

Tampak tampilan aplikasi investasi bodong GIC

Pada kali keduanya ia mencoba berinvestasi lagi sebesar Rp.500 ribu dan pada bulan berikutnya dana itu bertambah dua kali lipatnya, dan berhasil dicairkan.

“Jadi saya mulai inves bulan sembilan, bulan sepuluhnya ditarik bisa, inves lagi kan otomatis tertarik dengan uang Rp.200 ribu jadi Rp.400 ribu, Rp.500 ribu jadi satu juta rupiah,” katanya.

Berdasarkan pengalamannya itu, ia mulai percaya dan mencoba menginvestasikan tabungan miliknya sebesar Rp.10 juta, berharap uangnya bisa bertambah dua kali lipat sama seperti sebelumnya. Namun pada investasi ketiganya ini, aplikasi tersebut sudah spam dan tidak bisa digunakan lagi.

“Akhirnya saya inves lagi, nyairkan deposito saya Rp.10 juta, nah setelah saya inves besar bulan Desember mau narik ketiganya spam sudah putih,” jelasnya.

Ia menjelaskan, korban dari aplikasi milik Maftuhin itu sangat banyak. Di Kecamatan Paiton saja ia mengatakan ada sekitar 50 orang yang sudah menjadi korban dengan kerugian yang bervariasi. “Kalau di Paiton saja 50 korbannya, mungkin di Probolinggo ini lebih dari 100, pak Qomar itu Rp.150 juta,” ujarnya.

AKP Rachmad Ridho Kasat Reskrim Polres Probolinggo membenarkan pelaporan tersebut. Saat ini pihakhya sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Barusan kami menerima laporan terkait investasi bodong melalui aplikasi dan laporan sudah kami terima, akan kami tindak lanjuti untuk melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi beritajatim.com, Maftuhin membantah jika ia sebagai pemilik dari aplikasi GIC. “Saya bukan pemilik GIC, sacara otomatis saya membantah kalau saya dianggap pemilik GIC. Lebih jelas nanti malam kita telekonfren. Biar semua jelas. Karena kasus GIC sudah ada yang nangani,” katanya melalui pesan singkat. [tr/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar