Hukum & Kriminal

Warga Klepu Malang Persoalkan Dana Tarikan Tanah Makam

Perwakilan warga RT 35/RW 02 Dusun Prangas, Desa Klepu, Muari, Senin (7/10/2019).

Malang (beritajatim.com) – Masyarakat Dusun Prangas, Desa Klepu, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, mempertanyakan proses penanganan kasus dugaan penggelapan dana untuk pembelian tanah makam yang dilakukan oleh oknum perangkat desa setempat.

Pasalnya, pembelian tanah makam dengan cara tarikan dana dari warga desa sejak 2015 itu, tak pernah terealisasi. Diduga, dana dari warga desa itu disalahgunakan oleh Kepala Dusun Prangas, Sukirno. Kasus ini sempat ditangani Kepolisian Resor Malang.

Sukirno menurut warga desa, meminta sejumlah uang pembelian makam dengan nilai beragam. Mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta. Sukirno ketika dihubungi mengatakan, sebenarnya permasalahan ini sudah selesai. “Itu asumsi warga yang tidak tahu saja. Sudah tidak ada masalah sebenarnya, uangnya sudah dibuat membangun cungkup (Rumah penyimpanan Keranda, red),” kata Sukirno singkat.

Perwakilan warga RT 35/RW 02 Dusun Prangas, Desa Klepu, Muari, Senin (7/10/2019) menjelaskan, warga dusun Prangas, Desa Klepu, sejauh ini mempertanyakan proses hukum yang berlaku. Lantaran sejauh ini, permasalahan tersebut sudah ditangani Unit IV Satreskrim Polres Malang. Sudah dilakukan penyidikan dan sudah diserahkan ke pihak Kejaksaan (P21).

 

 

“Kasus ini sudah masuk ke Kejaksaan, tapi pihak Kejaksaan ketika kami konfirmasi malah menyampaikan jika permasalahan ini di kembalikan ke pihak penyidik atau Kepolisian karena masih atau P19,” ungkapnya.

Kata Muari, penarikan dana tersebut terjadi pada  2015. Namun, hingga saat ini untuk tanah makam yang dijanjikan belum juga ada. “Uang dan tanah makamnya hingga saat ini tidak ada. Jika pak Sukirno tidak bisa memenuhi janjinya untuk tanah makam, uang kami harus dikembalikan. Tapi tanah dan uangnya sudah tidak ada,” tegasnya.

Muari dan warga desa pun sudah mengadu dan meminta LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Malang Raya, agar mengawal persoalan tersebut.

Menanggapi aduan masyarakat tersebut, Koordinator LIRA Malang Raya, Zuhdy Achmadi berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kita akan terus mengawal permasalahan ini hingga selesai. Kasihan masyarakat jika terus dibodohi seperti ini,” papar Didik, sapaan akrabnya.

Didik menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah menerima hasil SP2HP atau surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan dari Polres Malang. Warga juga mempunyai bukti-bukti uang yang mereka setorkan pada Kasun Prangas.

“Bukti uang penyetoran uang dari RT pada Kasun Prangas juga ada. Total ada 17 RT yang diminta tarikan uang pembelian tanah makam ini,” Didik mengakhiri. [yog/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar