Hukum & Kriminal

Warga Jember yang Dijemput Ambulans dalam Video Viral Bukan Pasien Positif Corona

Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Aris Supriyono

Jember (beritajatim.com) – Sebuah video berdurasi 29 detik yang mempertontonkan ambulans menjemput pasien dengan petugas berpakaian alat pengaman diri (APD) lengkap di salah satu lokasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, beredar. Polisi menyatakan warga yang dijemput bukan pasien yang sudah dipastikan positif mengidap corona.

Video itu dibuat dan diunggah warga berinisial FA. Mobil ambulans itu direkam di Jalan Tanjung, Lingkungan Krajan, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. Dalam video berdurasi 29 detik itu, terdengar suara “Mangli Krajan Jember positif corona Boss. Abuh awak dewe aabuhh Palang”.

Berdasarkan hasil klarifikasi polisi dengan petugas ambulans, warga yang dijemput itu bukan pasien pengidap positif corona. Pasien berusia 70 tahun itu memang memiliki riwayat penyakit asma dan baru pulang dari Bali, Jumat (27/3/2020) jam lima sore. Dia berada di Bali selama 10 hari dan tiga hari mengalami sakit, sehingga dibawa pulang ke Jember bersama istrinya. Sejak saat itu, dia berstatus ODP (Orang dalam Pemantauan).

“Sopir ambulans menerangkan bahwa yang bersangkutan membawa pasien tersebut dikarenakan adanya perintah pengawasan di wilayahnya masing–masing, terkait orang yang pulang dari luar kota yang merupakan daerah merah Covid-19,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Aris Supriyono.

Selain itu ada informasi ke Puskesmas Mangli, bahwa ada warga yang sakit dan baru pulang dari Bali. “Atas informasi tersebut, sopir ambulance beserta perawat Puskesmas Mangli melakukan pengecekan awal,” kata Aris. Pasien kemudian dibawa ke rumah sakit.

Polisi sudah mengamankan FA yang merekam dan mengunggah video itu. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Jember Gatot Triyono meminta kepada warga agar lebih mempercayai pengumuman resmi pemerintah. “Jangan mudah share kalau ada berita tidak jelas. Jangan panik, tapi waspada. Jaga diri dan keluarga. Usahakan tetap tinggal di rumah dulu,” katanya.

“Kami melalui website pemkab resmi memberikan informasi yang ada saat ini, biar di masyarakat tidak (muncul isu) liar. Kami juga aktif melalui media sosial untuk menginformasikan kepada masyarakat,” kata Gatot. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar