Hukum & Kriminal

Warga Irak Tersangka Penganiayaan Itu Punya Istri Siri di Jember

Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian

Jember (beritajatim.com) – WHE (40), warga negara Irak yang ditangkap polisi karena menganiaya warga Kabupaten Bondowoso berinisial AHF, adalah seorang pengungsi dan ternyata memiliki istri siri (nikah tanpa tercatat resmi negara) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

WHE sudah tinggal dua tahun di Jember tanpa sanak saudara. “Dia hidup sebatang kara. Awalnya tinggal di daerah Kecamatan Tanggul. Kemudian kemarin saya telusuri dia tinggal di depan bengkel mobil, dan selama di Jember, dia bekerja ikut orang di bengkel,” kata Kepala Urusan Pembinaan Operasi Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember Inspektur Satu Solekhan Arief, Selasa (1/9/2020).

Namun WHE ini menikahi seorang perempuan. “Karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak punya pekerjaan tetap, tidak menutup kemungkinan dia melakukan perbuatan tersebut (menganiaya AHF untuk menguasai hartanya, red),” kata Solekhan.

WHE sendiri mengenal AHF lewat media sosial. “Kedua orang tersebut bercakap-cakap di media sosial, pernah janjian untuk bertemu. Kalau menurut chatting yang kami baca, pertemuan dilakukan tiga kali,” kata Solekhan.

Dalam pertemuan terakhir, Senin (31/8/2020), niat jahat WHE muncul. “Saat pelaku masuk langsung melakukan perbuatan, ingin menguasai barang-barang milik korban,” kata Solekhan.

“Pelaku adalah teman korban. Ada hubungan kerjasama bisnis pembelian durian,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Frans Dalanta. Mereka sebelumnya sudah lima kali bertemu.

WHE sudah tinggal di Indonesia selama dua tahun. Sementara AHF sebenarnya warga Kabupaten Bondowoso dan sudah tinggal di rumah kos sekitar tiga bulan lamanya. Korban dibawa ke rumah sakit dengan luka sayatan dan luka tusuk pada bagian tangan dan dada yang mendekat ke tenggorokan. Saat ini kondisinya mulai pulih. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar