Hukum & Kriminal

Warga Bluru Sidoarjo Pembuat Hoak Kebakaran Dijebloskan ke Tahanan

Surabaya (beritajatim.com) – Polrestabes Surabaya menangkap pelaku penyebaran kabar bohong (hoak) kebakaran yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu. Tersangka yang ditangkap unit Resmob adalah AY (23) warga Bluru Permai V-18 Sidoarjo.

Tersangka dilaporkan ke kepolisian karena membuat resah dan viral di media sosial terkait informasi kebakaran yang bohong di Jalan Jetis Kulon Gang V Surabaya.  Keresahan terjadi akibat laporan kejadian kebakaran ini menbuat warga, petugas damkar dan kepolisian bingung mencari lokasi kebakaran.

Tersangka yang diketahui berinisal AY warga Bluru Permai V-18 Sidoarjo diamankan oleh petugas setelah pada Kamis (27/8) siang. Usai diamankan pelaku penyebar berita hoax ini pun diperiksa.

“Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya telah melakukan penangkapan terhadap seseorang yang diduga melakukan dan menyebarkan berita bohong. penyebaran berita terkait informasi mengenai kebakaran yang terjadi di Jalan Jetis Kulon Gang 5 Surabaya.” kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Wahyudin Latief dalam keterangan resmi di Polrestabes Surabaya, Selasa (1/9/2020).

“Laporan itu membuat warga, kepolisian dan petugas damkar kebingungan mencari lokasi kejadian,” lanjutnya.

Meski pelaku mangaku iseng, pihak kepolisian tetap akan menindak kasusnya. Sebab laporan selain membuat kegaduhan di masyarakat sekitar. Pelaku juga mempermainkan petugas damkar dan kepolisian dengan menelpon 112 yang mendatangkan mobil damkar dan polisi ke lokasi kejadian.

Tak hanya itu, laporan dan kejadian ini juga sempat viral di sosial media. Walhasil petugas kepolisian yang menerima laporan dari masyarakat langsung menerjunkan tim Resmob. Hingga pelaku diamankan dan petugas melakukan penyelidikan atas laporan yang masuk tersebut.

“Pelaku akan dijerat dengan Pasal 14 UU RI No 1 tahun 1946, hukum pidana, UU RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan UU Ri no 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman maksimum 10 tahun penjara,” lanjut Latief.

“Modusnya tersangka iseng, bikin status di sosial media dan iseng menghubungi 112. Membuat petugas damkar dan kepolisian datang ke lokasi namun kebakaran justru tidak ada,” pungkasnya.(man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar