Hukum & Kriminal

Warga Bali Dirampok dan Dibuang di Gresik Saat Kirim Kayu Senilai Rp 200 Juta

Petugas Resmob bersama korban perampokan dan pelaku meninjau barang bukti kayu saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (6/11/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Niat hati membeli kayu dan hendak dibawa ke Bali, Nyoman Suwarnata (35) warga Singaraja, Bali dirampok oleh lima orang di Jalan Tol Romokali, Gersik.

Kepada wartawan, korban mengaku awalnya dipepet oleh lima orang menggunakan mobil jenis Ertiga. “Saat itu masuk tol saya diklakson-klakson mobil dan dipepet. Kemudian saya berhenti dan disuruh turun dan disekap oleh lima orang,” jelasnya kepada beritajatim.com saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (6/11/2019).

Usai disekap, Nyoman pun mengaku tak mengetahui apa-apa karena matanya ditutup dan tangannya di ikat pakai perekat lakban. Selanjutnya, dengan kondisi gelap dan takut dianiaya, ayah satu anak ini pun diam saja.

Sampai akhirnya ia dilepas di tanah kosong dengan kondisi sekitar hanya area persawahan. Beruntung pelaku melakukan pengikatan tangan di depan bukan dibelakang. Alhasil korban pun bisa lepas dengan usahanya sendiri dengan merenggangkan tangannya.

“Pas kebuka mata dan tangan akhirnya saya berdiri dan jalan sekitar sejam lebih. Saya lihat ada palang pintu kereta dan kemudian menjelaskan jadi korban perampokan yang saya alami kemudian bapaknya mengantar saya ke kantor Polisi terdekat,” lanjutnya.

Sampai ketemu dengan petugas kepolisian, Nyoman diminta untuk melakukan laporan ke Polrestabes Surabaya karena tempat kejadian perkara di wilayah hukum tersebut.

Usai melaporkan, petugas pun berhasil membekuk seorang pelaku bernama M Sair (35).

Dalam gelar perkara M Sair mengaku tak mengetahui banyak aksi perampokan kayu yang dibeli dari Gresik untuk dikirim ke Bali ini. “Saya gak tahu apa-apa. Saya hanya di beri uang upah Rp 2 juta dan disuruh Haji Ali sopir saya untuk membawa truk dari tol ke Madura ini,” katanya.

Sementara itu Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti menjelaskan, pelaku memang diketahui ada lima orang. Empat diantaranya berinisial SM, RB, AL, RK dan SN yang sampai saat ini masih pengejaran. Semua pelaku identitasnya sudah diketahui dan pengejaran masih dilakukan oleh tim Resmob.

“Nah pelaku ini cukup cantik saat beraksi karena melibatkan banyak kru. Selain pelaku perampokan, pelaku lain juga kuat diduga melakukan melakukan pengiriman dengan cara estafet. Terbukti dari tol ke Madura barang bukti truk dan kayu ditemukan di sekitar jembatan Madura,” lanjutnya.

“Kita masih dalami dan kejar lima pelaku lain,” tandasnya.(man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar