Hukum & Kriminal

Wapres Jusuf Kalla Puji Polres Jember

Jember (beritajatim.com) – Wakil Presiden Jusuf Kalla memuji inovasi pelayanan publik Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, dalam acara International Reform Policy Symposium and Regional Workshop di Nusa Dua Bali, Kamis (14/3/2019).

Pujian dilontarkan Kalla saat mengunjungi stand Polres Jember yang merepresentasikan inovasi ‘panic button’, Samsat Home Register, siskamling elektronik, dan Simpel (Sistem Informasi Pelayanan Terpadu). “Beliau bertanya, apakah ini ada di Jember saja atau di nasional. Kami sampaikan bahwa beberapa ini hanya berlaku di Jember. Tapi tidak menutup kemungkinan ini berlaku secara nasional,” kata Kepala Polres Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo.

Empat produk inovasi yang mengandalkan teknologi informasi itu saling melengkapi. “Kalau represifnya adalah panic button, preventifnya adalah dengan siskamling elektronik, dan pelayanan kepada masyarakat melalui Samsat Hore (Home Register) dan Simpel,” kata Kusworo.

Simpel adalah produk inovasi terbaru Polres Jember yang mengurangi antrean saat mengurus sejumlah dokumen di kepolisian, seperti surat keterangan bebas narkoba, surat kelakuan baik (SKCK), surat perizinan keramaian, dan surat keterangan kehilangan. Sebelumnya, warga yang hendak mengurus dokumen-dokumen itu harus datang ke kanor kepolisian dan antre untuk menyerahkan berkas persyaratan.

“Dengan program Simpel, kami menggunakan aplikasi. Persyaratan-persyaratan itu difoto terlebih dulu. Kalau sudah lengkap, dia akan mendapat nomor token. Kemudian yang bersangkutan datang ke Polres, menunjukkan token itu dan surat keterangan yang ditbutuhkan tinggal di-print,” kata Kusworo.

Polres Jember adalah salah satu dari enam lembaga yang mewakili kepolisian dalam acara tersebut. Selain Jember, kepolisian diwakili Markas Besar Kepolisian RI, Kepolisian Resor Kota Besar Medan, Kepolisian Resor Kota Sidoarjo, Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, dan Kepolisian Resor Gresik. “Acara ini diprakarsai Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI dan diikuti negara-negara Asia Tenggara dan Korea, 14 dan 15 Maret,” kata Kusworo. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar