Hukum & Kriminal

Rekontruksi Pembunuhan Terapis di Mojokerto

Wanto Akui Tak Punya Uang saat Sewa Jasa Pijat sehingga Membunuhnya Usai Hubungan Badan

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi merilis rekontruksi pembunuhan terapis panti pijat yang terletak di Jalan Raya Mlirip, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Dari 30 adegan rekontruksi yang diperagakan tersangka pembunuhan panti pijat yang terletak di Jalan Raya Mlirip, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, tidak ditemukan fakta baru. Tersangka Mohammad Irwanto alias Wanto (24) kooperatif dalam memberikan keterangan kepada penyidik.

“Tidak ada ditemukan fakta baru. Artinya kesesuaian keterangan tersangka maupun saksi itu sesuai dengan alat bukti yang dikumpulkan oleh penyidik. Tersangka kooperatif dengan penyidik bahwa tersangka melakukan pembunuhan tersebut karena tidak mempunyai uang,” ungkap Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi.

Tersangka warga Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang ini tidak memiliki uang untuk melakukan pembayaran jasa pijat dan hubungan badan yang dilakukan oleh korban, Ambarwati alias Santi (35). Sehingga rencana pembunuhan dilakukan dengan niat membawa sengaja tajam (sajam) jenis bendo dari rumah.

Masih kata mantan Kapolres Sumenep ini, tersangka beralibi pada saat selesai melakukan perbuatannya dan melarikan dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) bertemu dengan tukang sate. Sekitar 500 meter, tersangka bertemu dengan tukang jual sate dan dihampiri tersangka.

“Karena tersangka berlumuran darah, dia katakan bahwa tersangka akan mengalami pembunuhan oleh orang lain. Alibi tersangka agar tersangka tidak terdeteksi sebagai pelaku pembunuhan,” jelasnya.

Dalam kasus pembunuhan tersebut, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman pidananya mati atau seumur hidup atau 20 tahun penjara dan Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Korban Luka Berat dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar