Hukum & Kriminal

Wanita Ini Tak Tahu Motornya Hilang, Tahu-tahu Dikembalikan Polisi

Meiliyana bersama Kapolsek Tambaksari dan Kasihumas Polrestabes Surabaya saat penyerahan motor.

Surabaya (beritajatim.com) – Meiliyana (21) warga Probolinggo yang indekos di Perumahan Wisma Mukti tidak mengetahui jika motornya telah diambil oleh Sholeh (28) warga Sampang, Selasa (08/11/2022) dini hari. Hal itu disampaikan saat anggota Polsek Tambaksari mengembalikan motor Honda Scoopy miliknya di mapolsek Tambaksari.

Diwawancarai awak media, wanita yang akrab dipanggil Mei tersebut mengatakan jika ia saat itu tertidur usai mengerjakan tugas kuliah. Tiba-tiba teman kosnya memanggil jika ada yang mencari dirinya.

“Sempat bingung, karena kan itu subuh. Ternyata pak polisi yang ngasih tahu kalo motor saya diambil,” ujar Mei di Mapolsek Tambaksari.

Mei yang mendengar kabar tersebut lantas melihat motornya tidak ada. Saat itu, ia bersama petugas kepolisian untuk memeriksa CCTV yang ada di kosnya.

“Saat diperiksa ternyata bener motor saya. Saya langsung diajak ke Polsek Tambaksari untuk memastikan karena kata pak polisi sudah ketangkap pelakunya,” tegasnya.

Mei menambahkan jika ia berterimakasih kepada polisi lantaran bisa menemukan motor dan menangkap pelaku. Karena, ia tidak mengetahui jika motornya dicuri.

“Saya berterima kasih kepada pihak kepolisian sudah menemukan motor dan pencurinya sebelum saya tahu. Motor ini berharga untuk saya karena saya gunakan untuk kuliah sehari-hari,” katanya senang.

Sementara itu, Kompol M Fakih, Kasihumas Polrestabes Surabaya mengatakan jika pihak kepolisian tidak akan lembek kepada bandit curanmor khususnya yang residivis. Pihak kepolisian tidak akan segan untuk melakukan tindakan tegas terukur bagi penjahat yang meresahkan dan membahayakan warga Surabaya.

“Saya tegaskan untuk para Bandit di Surabaya. Polisi tidak akan segan untuk menindak anda yang meresahkan warga Surabaya. Kami juga berharap sinergi dengan masyarakat untuk bekerja sama melawan penjahat jalanan di Surabaya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, Komplotan bandit curanmor yang beraksi di Perum Wisma Mukti dan tertangkap di sungai Kedung Cowek, Selasa (08/11/2022) dini hari merupakan komplotan spesialis yang tidak ragu melukai korbannya ketika aksi mereka ketahuan. Bahkan, dari pengakuan tersangka, ia hanya membutuhkan waktu dibawah 5 menit untuk menjebol gembok pagar dan mengeksekusi motor.

Sholeh(28) pelaku yang harus ditembak kedua kakinya oleh anggota kepolisian mengatakan jika ia sudah beraksi di 13 tempat di Surabaya dengan kedua temannya yang DPO.

“Ga sampe 5 menit eksekusinya. Gantian kadang saya kadang teman saya. Kemarin (di Wisma Mukti) saya yang eksekusi,” ujarnya tanpa wajah penyesalan.

Sholeh menambahkan, ia menggunakan dua kunci ring untuk menjebol gembok pagar. Saat berhasil masuk, ia langsung menyasar motor matic dengan kunci T.

“Paling sering motor matic. Soalnya harga mahal masih sekitar Rp 4 jutaan,” imbuhnya. [ang/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar