Hukum & Kriminal

Konsumsi dan Jual Sabu

Wanita Hamil Dihukum 4 Tahun Penjara

Terdakwa Ipat Pitriawati saat mendengarkan majelis hakim atas kasus narkoba yang menjeratnya

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai Maxi Sigarlaki menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun kepada Ipat Pitriawati, Selasa (3/9/2019). Selain hukuman badan, wanita yang sedang berbadan dua ini juga diwajibkan membayar denda Rp 800 juta. Jika tidak bisa membayar diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan.

Dalam vonisnya, hakim Maxi menyatakan bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana tertuang dalam pasal 114 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman minimal empat tahun penjara. Meski divonis minimal, namun tak lantas membuat terdakwa menerima. Dia memilih pikir-pikir atas hukuman hakim tersebut.

Usai sidang, kuasa hukum Terdakwa yakni Rudhy Wedhasmara didampingi Tri Irma Febrianti dari LBH Orbit menyatakan, pihaknya belum menentukan sikap atas vonis hakim karena berencana melakukan upaya banding. Sebab, mereka meyakini pada tingkat peradilan selanjutnya hukuman tersebut bisa diperingan mengingat Terdakwa dalam kondisi hamil. ” Kalau kondisi hamil seperti ini biasanya bisa kena separuhnya, yakni dua tahun,” ujar Tri Irma menjelaskan.

Sementara dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso menuntut pidana penjara selama lima tahun, denda Rp 1 miliar dan subsider tiga bulan kurungan. Dalam dakwaan JPU Ali disebutkan, Terdakwa melakukan perbuatannya pada 11 Maret 2019.

Saat itu terdakwa ditangkap lantaran membawa sabu-sabu (SS) sebanyak dua paket yang masing-masing seberat 0,42 gram dan 0,26 gram. Selain untuk dikonsumsi, barang haram tersebut juga hendak dijual. [uci/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar