Hukum & Kriminal

Hakim Tunggu 2 Minggu Lagi

Wanita Berkelamin Ganda Itu Tak Datang di PN Surabaya

Sigit Sutrino selaku hakim pemeriksa sekaligus sebagai Humas Pengadilan Negeri Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Untuk kedua kalinya, pemohon ganti kelamin tidak mendatangi sidang yang mestinya digelar hari ini, Rabu (6/11/2019). Adalah PN (19), perempuan yang meminta Pengadilan mengesahkan permohonan ganti kelamin menjadi laki laki dan ganti nama menjadi Ahmad Putra Adinata.

Sidang yang rencananya dipimpin hakim Sigit Sutriyono ini rencana digelar pagi hari. Namun setelah ditunggu sampai siang hari, pemohon tak tampak datang ke institusi yang ada di Jalan Raya Arjuna ini.

“Saya kasih kesempatan dua minggu lagi, kalau dia tidak datang, saya nyatakan dia tidak serius untuk melanjutkan perkaranya,” kata Sigit Sutrino selaku hakim pemeriksa sekaligus sebagai Humas Pengadilan Negeri Surabaya.

Dengan tidak seriusnya Pemohon, masih kata Sigit, pihaknya tidak lagi melanjutkan perkara ini.

“Artinya permohonan tidak dapat diterima, tapi dia masih punya hak untuk mengajukan lagi,” kata Sigit.

Sementara terkait kabar yang beredar soal adanya pencabutan permohonan ganti kelamin dari pihak orang tua PN, Sigit mengaku belum menerima informasi tersebut.

“Belum ada, saya memang dengar dari beberapa teman wartawan. Tapi sekarang tidak ada pencabutan perkara,” pungkasnya.

Terpisah, Ibu kandung PN, Sulistyowati saat dikonfirmasi mengaku memang belum melakukan pencabutan perkara.

“Memang belum, nunggu bulan 2 (Februari) karena anak saya mau dioperasi dulu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Permohonan ganti kelamin dan ganti nama tersebut teregister dalam perkara Nomor 1768/Pdt.P/2019/PN.Sby.

Permohonan ganti kelamin ini dikarenakan PN memiliki kelamin ganda. Saat dilahirkan PN berkelamin perempuan, seiring waktu mulai ada perubahan diri dan fisik dari PN. Organ wanitanya (vagina) tidak berkembang selayaknya. Justru organ prianya (penis) yang lebih berkembang. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar