Hukum & Kriminal

Wakapolda Jatim Launching Pengemudi Ojek Tangguh Semeru di Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo melaunching ‘Pengemudi Ojek Tangguh Semeru di Alun-Alun Kota Gresik, Sabtu (4/07/2020).

Jenderal Polisi bintang satu itu, didamping jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gresik antara lain Bupati Sambari Halim Radianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Budi Handoko, Kapolres AKBP Arief Fitrianto, Kajari Heru, dan Ketua DPRD H.Fandi Akhmad Yani.

Ada 75 orang perwakilan dari pengemudi ojek. Terdiri 50 orang ojek konvensional dan 25 ojek online mendapat bantuan sembako, masker, pembatas. “Kita tahu transpotask ojek masih dibutuhkan orang. Untuk itu, dengan adanya bantuan pembatas antara pengemudi dan penumpang bisa meminimalisir penyebaran virus Covid-19,” ujar Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo.

Ia juga menambahkan, dengan menggunakan pembatas serta mengenakan masker. Minimal 60 persen turut serta menekan penyebaran virus Covid-19.

“Menghadapi corona sederhana pertama kejujuran. Kalau sakit sampaikan sakit. Saat terpapar bukan hal yang tabu tapi sesuatu yang harus diobati. Kalau tidak diobati resikonya tambah banyak. Kedua, disiplin mengenakan masker adalah kebutuhan. Sebab, seperti yang saya sebut di awal. Masker bisa mengurangi 60 persen penyebaran Covid-19, dan ketiga rajin cuci tangan serta menjaga jarak atau psysical distancing,” imbuhnya.

Sementara, Bupati Sambari Halim Radianto menuturkan, berakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBab) bukan berarti masyarakat seenaknya melakukan aktivitas. “Kami kembali memberlakukan jam malam mulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB. Jam malam itu sudah diatur di Perbup nomor 22 tahun 2020 tentang Masa Transisi New Normal Pandemi Covid-19,” tuturnya.

Sambari juga tidak berharap Gresik yang selama ini menempati urutan ketiga se-Jawa Timur kasus positif Covid-19 malah menjadi juara. “Saya tidak ingin Gresik malah menjadi juara tertinggi kasus penyebaran Covid-19. Adanya kampung tangguh serta pengemudi tangguh semeru ini. Angka penyebarannya optimis bisa ditekan,” ungkapnya.

M.Faisol (48) salah satu pengemudi ojek online asal Kebomas, Gresik mengaku tidak menyangka mendapat bantuan sembako dan masker. “Saya dan teman-teman berterima kasih ojek online kembali beroperasi lagi meski wajib memakai pembatas untuk turut serta menekan penyebaran virus Covid-19,” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar